NAROKOTIKA, JANGAN PERNAH COBA-COBA

Kompol Nana Sumarna saat memberikan sosialisasi dihadapan siswa baru di SMK Multiguna. Foto : Igun Gunawan

DARMARAJA – Siswa yang berminat ke jurusan Otomotif di SMK Multiguna ternyata naik lebih dari 100 persen, jika tahun lalu peminat otomotif hanya 27 siswa, untuk tahun ini dalam penerimaan siswa baru meningkat tajam menjadi 60 siswa.

“SMK Multiguna ini dikelola satu Yayasan dengan 2 jurusan otomotif dan pariwisata, Alhamdulillah tahun ini minat siswa ke jurusan otomotif meningkat dari semula 27 siswa sekarang 60 siswa atau dari 1 kelas menjadi 2 kelas, sementara untuk jurusan pariwisata dari 25 siswa sekarang menjadi 21 orang siswa,” kata Kepala Sekolah SMK Multiguna, Drs. H Suryana MMPd melalui Wakil Kepala Sekolah Sandra Purnama (24) sesaat sebelum sosialisasi Narkoba oleh Polsek Darmaraja terhadapa siswa barunya.

Minimnya minat siswa ke jurusan pariwisata, disinyalir karena mereka lebih condong memilih ke Sekolah Menengah Atas (SMA) Darmaraja,”karena kebanyakan yang ke jurusan pariwisata itu perempuan, kalau yang laki-laki rata-rata mengambil jurusan otomotif, karena di dalamnya ada otomotif untuk mobil dan motor mungkin mereka tertarik dengan teknologi otomotif yang di sini sudah menggunakan system komputerisasi EVI Mechine,” lanjutnya.

Sementara itu diruangan kelas XI Otomotif Kepala Kepolisan Sektor Darmaraja, Kompol Nana Sumarna, langsung memberikan sosialisasi tentang bahaya Narkoba dan kenakalan remaja yang diikuti seluruh siswa baru SMK Multiguna.

Dikatakan Nana, masa puber merupakan masa-masa yang secara psikologis ingin mencoba sesuatu yang mereka lihat dan dengar. Ia sangat berharap siswa-siswi di SMK Multiguna untuk senantiasa hati-hati agar tidak terjerumus Narkoba dan kenakalan remaja lainnya.

“Negeri China jatuh ketangan Komunis itu karena ke masyarakat dan tentara di China dikirim dengan Candu, untuk itu saya berharap, jangan coba-coba dengan yang namanya Narkoba dan Psikotropika, karena akan membahayakan,” kata Nana.

Lebih lanjut ia menyebutkan, sulitnya mengungkap kasus narkoba karena si korban juga sekaligus tersangka, selain itu kurangnya pemahaman di masyarakat untuk segera melaporkan indikasi adanya narkoba.

“Narkotika dan Narkoba apabila jadi pengedar itu dapat dihukum mati, atau jika orangtuanya mengetahui anaknya sebagai pengguna narkoba terus tidak melaporkan anaknya, kemudian tertangkap basah, orang tua itu akan terkena hukuman selama 6 bulan,” jelasnya.

Dalam sesi tanya jawab seorang siswa bertanya apakah korban narkoba dapat direhabilitasi, Nana, menjawab, bisa namun dengan biaya tinggi.

“Ada rehabilitasi di Badan Narkotika Nasional (BNN) rekomendasi atas pernyataan hakim apabila si pelaku itu kena oleh polisi, pernyataan hakim sendiri yang menentukan apakah pelaku dapa direhabilitasi atau tidak. Tapi biaya rehabilitasi untuk narkoba itu sangat tinggi, jadi jangan sampai adik-adik sampai mengkonsumsi, kasihan orang tua, sekarang adik-adik focus saja dengan pelajar jangan memikirkan apa-apalagi,”tandasnya.(igun gunawan)

Tampilkan Selanjutnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *