Para Kolektor Batu Keramat Berharap Adanya Museum

DARMARAJA – Para pemelihara batu alam dan batu yang dianggap keramat di daerah Darmaraja barharap adanya pihak  yang mau mengelola dan mengkoordinir koleksi dari semua koleksi batu keramat yang sudah ada. Diyakini batu keramat tersebut bisa menjadi sesuatu yang bermamfaat buat masyarakat terlebih dengan banyaknya penawaran dari berbagai kalangan yang suka akan nilai batu keramat tersebut.

“Ada beberapa orang yang sekarang mengoleksi batu-batu alam yang dianggap keramat, kenapa dianggap keramat?, kerena memang batu-batu tersebut didapat dengan petunjuk, bukan sengaja dicari atau diketemukan, jadi kami memandang batu tersebut  merupakan batu keramat,” ujar Endang Suhendar (43), warga Dusun Lameta, Desa Leuwihideung, Kec. Darmaraja, kepada Sumedangonline kemarin.

Menurut Endang, koleksi batu tersebut merupakan kekayaan alam dan khazanah yang dimiliki Sumedang sebagai daerah kerajaan dulunya, sehingga, lanjut Endang, tak ada salahnya jika pemerintah mengupayakan fasilitas untuk tempat memelihara dan menjaga batu keramat itu.

“Inilah kekayaan Sumedang, yang diwariskan dari leluhur, walaupun Cuma batu namun kalau kita sikapi pasti mempunyai  nilai yang tinggi, karena dari keunikan dan nilai sejarahnya,” ungkap Endang.

Batu keramat yang dikoleksi beberapa orang di Darmaraja, memang mempunyai keunikan tersendiri, bahkan sebagian orang sering menghubungkannya dengan unsur magis, namun begitu, para kolektor melihatnya sebagai  peninggalan kekayaan yang harus dilestarikan.

“Tergantung orang menyikapinya, yang jelas tak ada salahnya jika kita merawat batu keramat tersebut, kalau tahu batu-batu tersebut sudah banyak yang menawar dengan harga  mahal, bahkan yang ingin memiliki adalah orang luar negeri,” papar Endang.

Endang dan rekan berharap sekali adanya tempat untuk mengumpulkan koleksi batu-batu keramat itu, agar  dalam pengelolaannya bisa ter-organisir dan bisa bermamfaat bagi masyarakat Sumedang.

“Ya inginnya seprti museum kitu, supados batu tiasa dipajang, teras sugan we atuh janteun barang nu unik nu tiasa dipasarkeun kamana-mana, da etage sateuacana ari nu nawis mah tos seueur mun langkung saena aya nu ngordinir,” Iri Lesmana (55) kolektor lainnya. (Mu)

Tampilkan Selanjutnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *