MANTAN BESAN JERUMUSKAN MERTUA

Kapolsek Wado menunjukan Yudi Mahyudin Gardea, tersangka penipuan dan penggandaan uang di Rutan Polsek Wado Polres Sumedang

WADO – Yudi Mahyudin Gardea bin Mintarja alias Bah Uu, warga RT 07, RW 02, Dusun dan Desa Cisurat, Kecamatan Wado,  pelaku penipuan dan penggandaan uang akhirnya meringkuk di jeruji besi Mapolsek Wado. Pelaku ditangkap, Sabtu (17/03) lalu, oleh satuan Reskrim Polsek Wado setelah mendapatkan pengaduan dari salah seorang korban.
Informasi yang dihimpun Sumeks, tersangka yang telah berkeluarga dan mempunyai anak itu tidak mempunyai tempat tinggal tetap, semula ia berpenduduk Desa Sarimekar, Kecamatan Jatinunggal, namun setelah 3 bulan ini, ia menempati rumah hantu di wilayah Desa Cisurat, Kecamatan Wado.
Ayal-ayal ingin meraup untung dari cara enteng, Sadili bin Madkasih, warga Dusun Nyalindung, RT 04, RW 03, Desa Sukapura, Kecamatan Wado, justru malah tertipu tersangka. Kepada Polisi Sadili mengaku terpaksa mendatangi Yudi karena dirinya  kesulitan uang. Hingga suatu hari dia bertemu dengan mantan besannya, Didi, dan mengeluh butuh uang, dari mantan besannya itu kemudian Sadili diperkenalkan dengan tersangka.
“Didi menyebutkan jika Bah Uu dapat menggandakan uang, saat itu saya mencoba Rp 2 juta dulu,” tutur Sadili kepada polisi di Mapolsek Wado, Senin (20/03).
Disebutkan Sadili, Tersang pada Minggu (12/2) lalu, sekitar pukul 18.00, membujuknya, dan mengatakan sanggup mengatasi kesulitan keuangan yang dihadapi Sadili dengan melipat gandakan uang. Entah kenapa, Sadili percaya saja dengan bujuk rayu tersangka, hingga ia menyerahkan uang secara bertahap, Rp 2 juta, Rp 1,5 juta, Rp 300 ribu dan terkecil Rp 70 ribu, hingga total uang yang diserahkan ke terangka mencampai Rp 5 juta. Uang tersebut dijanjikan akan berlipat ganda menjadi Rp 150 juta dalam kurun waktu 3-10 hari.
Pada saat itu, menurut Sadili, dirinya sempat melihat setumpukan uang di kamar tersangka, namun sesaat akan meraba uang-uang tersebut, tersangka justu melarangnya.
“Saya melihat ada tumpukan uang di dalam kamarnya, namun ketika akan saya sentuh, Bah Uu bilang, jangan dulu di raba itu uang belum disempurnakan, nanti kalau 3-10 hari setelah disempurnakan uang ini akan bertambah banyak, dan akan saya cairkan terus di transfer ke bank saya,” dalih tersangka kepada Sadili saat itu.
Hari yang dijanjikan pun tiba, dirinya mendapatkan kabar dari tersangka, jika uang hasil penggandaan telah ditransferkan melalui rekeningnya di BRI Darmaraja. Mendengar kabar itu Sadili mengaku gembira, sayangnya sampai di BRI Darmaraja, rekening BRI-nya tak bertambah nominalnya.
“Ternyata rekening BRI Darmaraja saya masih kosong. Terus saya tanya dia, dia beralasan salah transfer, katanya dia bilang sudah ditransfer ke rekening BNI, tapi saya cek yang BNI juga nihil,” lanjutnya geram.
Geram akan tingkah laku tersangka yang mempermainkannya, Sadili pun akhirnya melaporkan kejadian tersebut ka Mapolsek Wado, dan polisi pun bergerak cepat meringkus pelaku yang saat itu sedang tidur-tiduran di kamarnya.
Kapolres Sumedang, AKBP Eka Satria, melalui Kapolsek Wado, Ipda Sukarna, membenarkan tentang terjadinya penangkapan kepada tersangka penipuan dan saat ini telah mendekam di Rutan Polsek Wado Polres Sumedang.
Disebutkan Kapolsek, merupakan pemain yang telah lama melakukan aksi penipuan, dari keterangan tersangka, polisi mendapatkan keterangan, dirinya telah melakukan aksi kejahatan itu sejak tahun 2009 lalu, modus yang digunakan, yakni penggandaan uang dan menipu para calon PNS yang dijanjikan dapat lolos menjadi PNS, lain dari itu tersangka pun, membuat sebuah koperasi fiktik. Dari aksinya itu tersangka berhasil mengumpulkan uang lebih dari Rp 38,8 juta. Uang tersebut digunakan tersangka untuk kebutuhan hidup sehari-hari dan telah habis.
“Dia sangat pandai beralibi, saya akui dia hebat dalam memutar balikan fakta. Seakan-akan korban itulah yang salah, jadi lempar batu sembunyi tangan,” terang Kapolsek.
Dikatakan Kapolsek, selain di Wado, kemungkinan besar tersangka pun bermain di wilayah lain, hanya hingga saat ini belum ada laporan atau pengaduan dari korban, meski demikian pihak Polsek telah berkoordinasi dengan Polres Sumedang.
“Kepada masyarakat yang merasa dirugikan oleh Yudi, silakan datang ke Mapolsek Wado,” ujarnya.
Akibat perbuatannya itu tersangka dapat dijerat tindakan pidana penipuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 378 KUHP, dengan ancaman kurungan maksimal 4 tahun penjara.(ign)

Tampilkan Selanjutnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *