Sereal Jagung, Bobot Sapi Pedaging Naik

Ayi (berjaket hitam) sesaat akan menaikan limbah jagung di Desa Cilengkrang, Kec. Wado, Minggu (1/4). Ia mengatakan sereal jagung, dapat meningkatkan bobot sapi pedaging.

WADO – Limbah jagung (zea mays,L) biasanya oleh para pekebun tidak begitu dilirik bahkan kerap dibuang dan dibakar. Tapi ditangan kreatif, Ayi (40), salah seorang pekerja di salahsatu perusahaan penggemukan sapi di Desa Cilengkrang, Kecamatan Wado. Limbah Jagung tersebut dapat dimanfaatkan sebagai tambahan pakan ternak.
Ditemui Sumeks saat mengambil limbah jagung di salahsatu perkebunan di Desa Cilengkrang, Ayi mengatakan, limbah jagung yang telah diolahnya, merupakan salahsatu makanan faovorite sapi dan domba perah.
“Ini bagus untuk pakan sapi dan domba perah,” ujar Ayi, mengawali perbincangan dengan Sumeks, Minggu (01/04).
Karena ini merupakan pakan tambahan, dikatakan Ayi, tetap memerlukan konsentrat atau layer. Setelah limbah jagung dari mulai batang, daun dan tongkol yang tertinggal digiling hingga hancur, kemudian disatukan dengan konsentrat, hasilnya seperti semacam sereal.
“Saya melihat sapi dan domba perah itu, kalau diberi pakan ini begitu lahap, dugi ka dilaletakan tilasna ge,” tambah pria yang berasal dari Dusun dan Desa Cisitu, Kecamatan Malangbong, Kab. Garut.
Dikatakannya, dari satu kuintal limbah jagung menghasilkan sekitar 30 kilogram sereal jagung, yang siap dicampur dengan konsentrat. Serat yang tinggi pada jagung di duga, mampu meningkatkan bobot sapi pedaging dan meningkatkan air susu domba perah. Ia menyebut dengan diberikan pakan tambahan sereal jagung itu, bobot sapi per-minggu bertambah 0,5 kilogram.
“Pokoknya, sangat cocok untuk para peternak penggemukan sapi dan sapi perah. Untuk sapi, 4 bulan saja bisa di panen, dengan hasil yang memuaskan,” lanjutnya.
Karena kandungan seratnya yang tinggi, hingga untuk memberi makan sapi dan domba, peternak harus menyediakan air. “Acap kali ternak itu diberi makan harus disertai dengan diberi air, karena kandungan seratnya tinggi. Saya memberikan pakan sereal jagung ini untuk domba per-hari-nya diberikan 2 kilogram, sementara untuk sapi 3 kilogram,” ujarnya.
Tidak terlalu sulit bagi Ayi dan teman sepropesinya untuk mendapatkan limbah jagung ini, apalagi limbah-limbah tersebut dibuang begitu saja setelah dipanen. Dari sehektar limbah jagung dirinya hanya merogoh kocek untuk pengepul limbah jangung itu dihargai Rp 100 ribu/hektare.
“Mereka berpikir daripada dibuang dan bakar mending diuangkan, lumayan kan. Selain itu kami pun tidak kesulitan dalam mencari alternatif pakan lain, karena dengan dibuat sereal bisa bertahan lama,” ujarnya.
Dadang seorang pemuda setempat membenarkan jika banyak dari pemuda pengangguran, yang memanfaatkan kesempatan setelah panen jagung untuk mengumpulkan limbah jagung. Limbah-limbah itu mereka ikat dan siap menunggu pembeli.
“Biasanya kita tinggal simpan dipinggir jalan, ya daripada dibuang kan enak sebagai tambah-tambah uang jajan anak,” pungkasnya.(ign)

Tampilkan Selanjutnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *