Suara Demokrat Pecah

Euis MS saat jumpa pers usai mendaftar ke KPU Sumedang.

KOTA – Disandingkannya Euis Mulli Sekarwangi dari kader Partai Demokrat (PD) dengan Agus Welianto Santoso dari PDI Perjuangan. Dikhawatirkan banyak pihak akan memecah belah suara PD pada Pemilhan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Sumedang 2013-2018.

Pasalnya banyak diantara kader PD yang fanatik mendukung Euis MS. Itu terlihat dari banyaknya kader PD di Posko Euis MS, usai mereka melakukan pendaftaran menjadi bakal calon wakil Bupati Sumedang meski diusung PDI Perjuangan.

Euis MS, tak menapik jika di tubuh DPC PD Sumedang sempat memanas, pasca dirinya memutuskan menerima pinangan PDI-P Sumedang. “Karena dalam Pilkada itu melihat figure. Memang sempat ada sedikit friksi-friksi (gesekan, red.) di Partai Demokrat yang agak memanas dan saya langsung datang pada mereka, mencoba menenangkannya. Saya jelaskan, bahwa saya berlapang dada, sekali pun saya punya rating paling tinggi. Karana saya paham ini dinamika politik untuk saya, tak jadi apa-apa dan saya meredam untuk kostituen saya supaya tetap utuh di Partai Demokrat,” ujar Euis Mulli dalam jumpa pers di Posko Euis MS, Tegalkalong, Sabtu (10/11).

Euis pun menyebutkan jika dirinya mencalonkan diri sebagai personal, bukan atasnama kader partai, apalagi katanya, ia sudah demisioner dari Bendahara Partai Demokrat Jawa Barat paska Musyawarah Daerah PD di Sentul,Bogor.

“Ini memang tepat sekali waktunya untuk saya sebagai warga Sumedang yang baru saja saya melaksanakan Musda di Sentul. Saya (sekarang) sudah menjadi pengurus demisioner dari kepengurusan Partai Demokrat Provinsi Jawa Barat, jadi saya punya hak untuk memilih dengan siapa saya nanti bergabung. Itu saya kira syah-syah saja,” beber Euis.

Ditanya sikap DPD PD, Euis mengatakan, sikap dari DPD tak mempermasalahkan hal itu, karena posisinya sudah demisioner, sekalipun dirinya mengaku masih ber-KTA (Kartu Tanda Anggota) Partai Demokrat, “tapi saya demisioner,” imbuhnya.

Ketua DPC PD Demokrat Sumedang, Sahromi, membenarkan jika Euis MS menerima pinangan PDI-P secara pribadi tak membawa gerbong partai. “Karena dia sudah ingin menggunakan independent, tidak memakai partai. Kami anggap dia sudah dipinang oleh PDIP- tapi tak membawa gerbong partai,” terang Sahromi.

Ditanya apakah Euis MS sudah dinyatakan keluar, Sahromi menyebutkan Euis tak mengundurkan diri dari kekaderannya. Di tempat yang sama Sekretariat DPC PD Sumedang, Otong Dartum, terkait dipilihnya Ade Irawan sebagai wakil bupati Sumedang yang diusung DPC PD Sumedang, karena menurutnya, sudah tak ada lagi pilihan di mana calon yang direkomendasi DPP Demokrat, H Atje Arifin Abdulah, telah mengundurkan diri, selanjutnya Euis MS justru memilih dipinang PDI-P. “Atje Arifin Abdulah dia mengundurkan diri pencalonan kepada kita, sehingga kita harus membuat kesepakatan. Terus Ibu Euis MS, sudah pindah. Karena memilih partai lain,” tambah Otong.

Disinggung sanksi untuk Euis MS, secara diplomatis dikatakan Otong, konsekuensinya dikembalikan ke AD/ART Partai Demokrat. “Saya kira nanti setiap partai punya AD/ART punya peraturan organisasi, apabila tidak seiring dengan DPP, DPD dan DPC itu mungkin ada sanksi,” ujar Otong.

Ditanya apakah akan dikeluarkan atau keluar sendiri, menurut Otong konsekuensi yang diperkirakan olehnya, Euis MS akan mengundurkan diri. “Kita sudah memberikan pertimbangan ke Euis MS, kalau bisa nyalon di Demokrat, karena memang kita butuh wakil. Apalagi H Atje Arifin di tengah-tengah mengundurkan diri sehingga kita ngontek Ibu Euis, ternyata dia memilih partai PDIP. Untuk sikap DPP saya kira akan dibicarakan kemudian hari,kandisanaada yang disebut Badan Kehormatan,” tandasnya.(ign)

Tampilkan Selanjutnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *