Didi: Peningkatan Kualitas Himpaudi

KOTA – Sejumlah guru yang tergabung dalam Himpunan Pendidik Anak Usia Dini (Himpaudi) dan Taman Kanak-kanak (TK) se-Sumedang mendapat pelatihan peningkatan kualitas mengajar dari Paguyuban Peduli Sumedang (P3S) dan Ikatan Alumni ITB 1983, di Gedung Koperasi Guru Sumedang (KGS), Sabtu (26/01/2012).

Guru yang tergabung dalam Himpaudi mendapat pelatihan dari P3S dan Ikatan Alumni ITB 1983 di KGS Sumedang, Sabtu (26/01).
Guru yang tergabung dalam Himpaudi mendapat pelatihan dari P3S dan Ikatan Alumni ITB 1983 di KGS Sumedang, Sabtu (26/01).

Meski kegiatan pelatihan ke Himpaudi di buka langsung calon Bupati Sumedang, Didi Ahmadi Djamhir, namun menurut Ketua Penyelenggara Kegiatan, Ela Kurnia, acara itu murni merupakan bentuk pelatihan terhadap guru-guru PAUD yang diharapkan dapat meningkatkan kreativitas dan inovasi para Guru TK dan Paud di Sumedang.

“Saya memang dekat secara emosional dengan Pak Didi Djahmir, kebetulan dia merupakan Alumni ITB dan suami saya juga sama-sama Alumni ITB. Jadi kegiatan ini benar-benar merupakan acara untuk dapat meningkatkan kreativitas dan inovasi Himpaudi. Tak ada unsur lain, selain kedekatan emosional,” terangnya.

Senada dikatakan Didi Ahmadi Djamhir, ia menyebutkan kepedulian terhadap pendidikan di Sumedang, tak ujug-ujug menjelang Pemilukada Sumedang saja.

“Sebelum saya nyalon pertama kalinya yang saya bidik adalah bagaimana untuk meningkatkan pendidikan di Sumedang, kita sama pa Dody punya yang namanya P3S dan Ikatan Alumni ITB, kebetulan saya ada di dalamnya. Ikatan Alumni ITB punya modal P3S punya semangat awalnya seperti itu,” kata Didi.

Sebelum masuk ke kancah pendidikan sebut dia, ia telah merancang konsep desa inovasi. “Dari Desa Inovasi kemudian masuk ke pendidikan, agar kualitas masyarakat Sumedang bisa lebih bagus dan bisa bersaing dengan daerah lainnya. Untuk menunjang hal itu kita sudah melaksanakan Pelatihan Gasing. Sekarang sudah ada 550 guru yang sudah mengikuti pelatihan Gasing dan 25 orang rangking satu anak dari kurang mampu terutama buruh tani,” imbuhnya.

Ia menilai pendidikan di Sumedang secara kuanitatif, di atas indeks rata-rata pendidikan di Jawa Barat. Apalagi, sebut dia, jika di push dengan kualitas pendidikan yang bagus akan lebih kena untuk meningkatkan pendidikan tersebut. “Artinya semangat dan outputnya akan lebih dekat. Sekarang itu kegiatannya bagaimana cara mendidik anak usia dini, merencanakan pembelajarannya seperti apa. Karena dari sudut kunatitatif Paud dan TK di Sumedang itu bagus, apalagi jika kita menambahkan dari segi kualitatif,” imbunya. (*)

Show More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *