Menpora Imam Nahrawi saat memimpin rapat membahas Evaluasi Islamic Solidarity Games (ISG) 2017 dan Paparan Persiapan Asian Games 2018 di ruang rapat lantai 10 Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Jumat (2/6) siang

  
Menpora ISG : Menpora Imam Nahrawi saat memimpin rapat membahas Evaluasi Islamic Solidarity Games (ISG) 2017 dan Paparan Persiapan Asian Games 2018 di ruang rapat lantai 10 Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Jumat (2/6) siang

Rapat Evaluasi ISG 2017, Menpora Ingin Kedepan Semua Segi Harus Bersinergi

OLAHRAGA

SUMEDANGONLINE.COM, JAKARTA – Menpora Imam Nahrawi didampingi Sesmenpora Gatot S Dewa Broto, Staf Khusus Bidang Olahraga Taufik Hidayat memimpin rapat membahas Evaluasi Islamic Solidarity Games (ISG) 2017 dan Paparan Persiapan Asian Games 2018 di ruang rapat lantai 10 Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Jumat (2/6) siang.

Menurut Menpora capaian prestasi ISG 2017 menjadi sorotan tersendiri dari Wakil Presiden. “Di ISG Palembang kita mendapat 36 emas sedangkan di Baku, Azerbaijan kita memperoleh 6 emas, ini adalah kekhawatiran ditambah di Sudirman Cup kita juga gagal,” ucap Menpora mengawali rapat.

Menpora menyampaikan ke depan ISG akan di sejajarkan dengan Asian Games sehingga akan  menempatkan ISG dengan prioritas yang sama dengan Asian Games mulai dari persiapan atletnya, pendanaan dan sebagainya. “Karena di ISG ini diikuti kurang lebih dua negara maju (Qatar dan Uni Emirat Arab) sementara tidak di SEA Games,” kata Menpora.

Terkait pendanaan Satlak Prima, Menpora pertanyakan keterlambatan pencairan dikarenakan regulasi disisi birokrasi seperti transfer, NPWP dan rekening. “Pak Wapres Jusuf Kalla mengatakan, kedepan serahkan saja anggaran itu langsung ke Prima jika perlu serahkan langsung kepada cabor, karena dianggap birokrasi ini menghambat juga terkait regulasi seperti transfer, NPWP, rekening termasuk perizinan ke luar negeri yang menjadi konsen beliau dan Bu Menko,” ujar Menpora.

“Tentu semua ini adalah terkait regulasi dan harus menjadi kehati-hatian kita agar tidak ada temuan di belakang hari maka harus ada terobosan besar termasuk revisi-revisi beberapa regulasi yang ada,” tegasnya.

Terkait anggaran Inasgoc dan Inapgoc harus benar-benar sinkron dengan Kemenkeu. “Bagaimana kesesuaian anggaran yang disiapkan oleh Inasgoc itu bisa juga dimanfaatkan untuk kepentingan Inapgoc karena kita tetap bertanggap jawab atas suksesnya prestasi Asian Paragames karena ini adalah hal besar yang harus terus menerus disinkronkan, saya ingin nanti ada suatu tempat untuk selalu kita sinkronisasi baik dari sisi anggaran, atlet, sponsor dan sebagainya,” tambah Menpora.

Hadir dalam rapat itu Plt Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Washinton, Kepala Biro Perencanaan Samsudin, Plt Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga Sunarto, Asdep Penghargaan Chandra Bhakti bersama Ketua Satlak Prima Achmad Soetjipto, Wakil Satlak Prima Lukman Niode serta Ketua Inapgoc Raja Sapta Oktohari. (ben)

Tinggalkan Balasan