Rekonstruksi kasus pembunuhan Opik dimulai dari rumah saksi

SUMEDANG – Rekonstrukrsi kasus pembunuhan Opik alias Endit yang diduga dibunuh Cece alias Entoy bin Carta dilakukan sebanyak 47 adegan. Hingga berita ini ditulis polisi baru menyelesaikan sebanyak 32 adegan. Adegan pertama polisi melakukan rekonstruksi dari rumah saksi Eka Suryani di Dusun Cibarengkok, Desa Darmaraja.

Pada 6 Oktober 2017, sekira pukul 09.00 WIB korban tiba dirumah saksi. Saat itu korban duduk di teras rumah sambil minum kopi yang disuguhkan saksi. Lima belas menit kemudian, korban meninggalkan rumah saksi. Selain saksi yang melihat korban beranjak dari rumahnya yakni Sapri.

Usai melakukan reka adegan di Cibarengkok sebanyak tiga adegan, polisi pun melakukan adegan berikutnya di Dusun Cipeundeuy, Desa Sukaratu, Kecamatan Darmaraja. Pelaku, Caca melihat korban berjalan di Dusun Cipeundeuy RT 02, RW 07 tepatnya di depan rumah Abas.

Sementara saksi lain juga melihat korban sedang berada di sekitaran warung milik Mumu di RT 03. Adegan ke-6, menceritakan tentang kejadian tanggal 06 Oktober 2017. Sekira pukul 11.00 tersangka saat itu hendak pulang dari sawah dengan berjalan kaki di jalan setapak dekat sungai Cihonje. Pada saat itulah tersangka melihat korban tengah berada di pinggir sungai dekat kebon bambu, posisi korban saat itu sedang duduk bersila sambil mengangkat kedua tangan. Sambil berjalan pelaku mengatakan, “Jalmi teh nanaon keur kikituan deukeut kebon awi. Ari solat mah kuduna ge di masjid, gawe atuh nu puguh,” celotehnya pada korban dengan suara keras.

Tersangka Cece tiba di rumahnya di Dusun Cipeundeuy RT 02, RW 07 sekira pukul 11.45, dia masuk ke rumah melalui pintu depan. Saat tersangka menutup pintu dia melihat keluar, ada beberapa orang yang berjalan akan pergi solat jumat. Tersangka saat itu hanya duduk di tengah ruangan saja.

Beberapa saat kemudian korban datang ke rumah tersangka dari arah halaman belakang, dia sempat mengucapkan salam. Tersangka pun melihat korban berada di luar dari balik jendela. Setelah dibukakan pintu belakang rumahnya, mereka pun saling berhadapan. Korban saat itu marah marah, sambil mencekik leher tersangka dengan menggunakan tangan kanannya dengan posisi berhadapan. Tersangka pun mencoba memegang tangan yang tengah mencekiknya itu. Dia berhasil memelintir tangan kanan korban, sehingga cekikannya lepas. Tersangka Cece menarik tangan korban, hingga mereka masuk ke dalam rumah. Perkelahian pun terjadi. Korban kalah, yang kemudian diketahui terluka akibat pukulan dan sabetan golok. ***

Show More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *