Netty ajak gemar membaca seperti Habibie

SUMEDANG-Sebanyak 2.500 Siwa dari berbagai Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Se-Jawa Barat (Jabar) mengikuti Upacara Pembukaan Jambore Literasi Ke-1 yang di inisiasi oleh Pemprov Jabar, Dinas Pendidikan Provinsi Jabar dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Jabar, di Bumi Perkemahan Kiara Payung Jatinangor Sumedang Jawa Barat, Selasa (1/11/2017).
Kegiatan tersebut dibuka Hj. Netty Ahmad Heryawan yang juga sebagai Bunda Literasi Jabar. Ia berpesan kepada Siswa yang hadir agar jangan sampai surut semangat dalam membaca buku.
“Banyak tokoh-tokoh di Indonesia yang gemar membaca dan salahsatunya mantan presiden RI yakni, BJ. Habiebie merupakan orang yang patut di contoh anak Indonesia, sebab setiap harinya Pak Habiebie dapat meluangkan waktunya untuk membaca buku selama 7 jam,” ujarnya.
Menurutnya, dengan membaca merupakan salahsatu rahasia sukses seseorang untuk menjadi orang besar.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jabar, Ahmad Hadadi, West Java Leader’s Reading Challange (WJLRC) merupakan tantangan membaca oleh Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan terhadap murid dari 1700 sekolah tingkat SD dan sMP juga guru perintis/pembimbingnya di Jabar.
“Satu sekolah dibatasi yang ikut tantangan maksimal hanya 8 kelompok. Satu kelompok berjumlah 5 orang. Dengan demikian, satu sekolah maksimal hanya 40 siswa. Pelaksanaan WJLRC
tahun 2016 diikuti oleh lebih dari 36.000 siswa SD dan SMP se Jabar. Tantangannya berupa, membaca 24 buah buku, dua diantaranya berbahasa
daerah yang telah divalidasi oleh orang tua murid dan gurunya selama 10 bulan.
Siswa mempresentasikan dan mendiskusikan buku yang dibaca bersama rekan kelompoknya dan guru perintis/pembimbingnya,” ucapnya.
Ia mengatakan, Tema Jambore Literasi ini adalah “Tangguh Taklukan Tantangan, Menjadi Cahaya Peradaban”. Kegiatan
yang dilakukan dalam Jambore Pengembangan model Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di Jawa Barat telah dirintis selama periode tahun 2012-2015, dengan adanya program pengembangan guru (teacher development) yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.
“Selama kurun waktu tersebut tidak kurang dari 700 orang guru SD, SMP, SMA dan SMK Jawa Barat mendapat kesempatan untuk mengikuti pelatihan singkat di Adelaide, Australia Selatan. Salah satu praktik pembelajaran yang baik di Australia Selatan adalah Premier’s Reading Challenge (PRC).
Program ini mewajibkan siswa membaca minimal 12 buku dalam 10 bulan, untuk kemudian menulis reviu dan menceritakan kembali isi buku tersebut.
Tujuannya adalah dalam rangka membudayakan baca, bercerita dan menulis,” ungkapnya.
Dikatakannya, Siswa yang berhasil memenuhi, akan memperoleh penghargaan berupa medali dari Premier. Model tantangan membaca tersebut diadopsi dan dikembangkan oleh
forum komunitas alumni teacher development yang kemudian diberi nama West Java Leader’s Reading challenge (WJLRC) secara mandiri.
“Pada tahun 2016 pemerintah Provinsi Jawa Barat memfasilitasi pelaksanaan WJLRC secara luas dengan menjadikannya sebagai program Dinas Pendidikan yang mendapat
pendanaan penuh dari APBD Jawa Barat. Hal ini juga sekaligus merespon
kebijakan pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” pungkasnya. *** rls

Tampilkan Selanjutnya

Tinggalkan Balasan