Home / Pilihan Redaksi / SUMEDANG

Wednesday, 8 May 2019 - 13:15 WIB

132 Petugas Penelusur Pajak Ranmor Mulai Bergerak Datangi Rumah

Kepala P3D Wilayah Sumedang Ateng Kusnandar saat menyerahkan buku panduan, surat pembertahuan pajak kendaraan bermotor dan surat tugas kpd tim penelusur 30 april 2019.

Kepala P3D Wilayah Sumedang Ateng Kusnandar saat menyerahkan buku panduan, surat pembertahuan pajak kendaraan bermotor dan surat tugas kpd tim penelusur 30 april 2019.

SUMEDANG.ONLINE — Sebanyak 132 petugas penelsur yang dibentuk pada 30 April lalu, sudah mulai bergerak untuk mencari para wajib pajak Kendaraan Tidak Melakukan Daftar Ulang (KTMDU).

Menurut Kepala Kantor Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah Kabupaten Sumedang Ateng Kusnandar, tim penelusur kendaraan bermotor dalam melaksanakan tugasnya dibekali dengan surat tugas, HP Android yang sudah terdapat aplikasi telusur objek dan subjek pajak kendaraan bermotor (Aplikasi Atos Pamor) dan Surat Pemberitahuan Kewajiban Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (SPKP2KB).

”Petugas tim penelusur berasal dari perangkat desa atau kelurahan atau masyarakat. Terdapat di Lima kecamatan di atas KTMDUnya dua rebuan, sehingga dibentuklah tim tersebut. Tugasnya mereka tentu harus menanyakan terlebih dahulu, memperkenalkan diri serta menjelaskan,” ujar Kepala Kantor Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah Kabupaten Sumedang Ateng Kusnandar, di ruang kerjanya, Rabu 8 Mei 2019.

Lanjutnya, jika ada wajib pajak yang belum membayarkannya agar segera dibayarkan dengan mendatangi kantor Samsat. Selain itu juga ada beberapa wajib pajak misalnya kendaraan hilang tidak melapor ke kantor Samsat, rusak berat, pindah tangankan, tarik oleh leasing, tidak rasa memiliki kendaraan dan alasan lainnya.

“Sehingga pihak Samsat akan kelihatan mana yang akan nantinya dijadikan dasar penghapusan atau semacamnya. Itu juga harus dicatat dalam aplikasi atos pamor juga,” imbuhnya.

Hasil pemantauan sementara banyak masyarakat antusias terhadap adanya tim penelusur tersebut, meski ada di Antara mereka yang meminta tempo untuk membayar. “Tanggapannya ada yang siap membayar, ada juga yang memohon waktu,” pungkasnya. (iwan)

CATATAN:
Judul dan content berita telah mengalami perbaikan pada pukul 13.53

Share :

Baca Juga

Pilihan Redaksi

Yogie: Kader AMS Harus Bisa Duduki Jabatan Politik

Pilihan Redaksi

Banjir depan pabriknya, pekerja PT Kahatex terpaksa jalan kaki

SUMEDANG

Biaya Nikah di KUA di Sumedang Rp 0

Pilihan Redaksi

Siang ini, Kebakaran hebat hanguskan rumah Dadang

Pilihan Redaksi

Bawaslu: Nobar Sarana Sosialisasi Visi Misi Capres

Pilihan Redaksi

Mendes PDTT: Saatnya Kembangkan Model Transmigrasi Zaman Now

OLAHRAGA

Tahan Imbang PSGJ, Perses Berpeluang Masuk 8 Besar Liga 3 Seri I Jawa Barat

Pilihan Redaksi

Kunjungi pengungsi, Nurhasan: lebih baik di relokasi