BPOM Pastikan Kopi Cleng dan Jantan Produk Ilegal

KESEHATAN Pilihan Redaksi

SUMEDANG.ONLINE — Imbas dari sebanyak sepuluh orang warga Sumedang yang keracunan pasca meminum kopi dengan merek Cleng dan Jantan. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bandung, langsung turun tangan untuk memastikan legalitas dan kadar dari produk kopi yang membahayakan tersebut.

Kepada awak media di kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumedang, Weni selaku staf seksi insfeksi dari BPOM Bandung mengatakan, bahwa produk kopi tersebut merupakan produk illegal bahkan dikatakan dia sudah tidak layak dikonsumsi karena sudah tidak memiliki izin edar.

“Dilihat dari nomor izin edarnya (Kopi Cling), dia merupakan nomor izin edar yang palsu. Memang di situ dicantumkan nomor TR, tetapi nomor TR yang dipakai itu nomornya palsu,” kata Weni pada sejumlah awak media termasuk reporter Sumedang Online, Uya Suhaya.

Termasuk dijelaskan Weni, untuk produk kopi Jantan yang menyantumkan nomor PIRT, namun diduga PIRT yang dibubuhkan pada kemasan kopi itu, palsu.

“Itu sudah dipastikan produknya illegal dan dilarang beredar di Indonesia,” jelasnya.

Disinggung dari sisi kandungan dikatakan Weni, karena dua produk kopi tersebut sudah tidak terdaftar, pihaknya memastikan produk tersebut mengandung zat yang berbahaya. “Kita akan melakukan penyisiran untuk pengamanan produknya dulu terus nanti kita akan tindak lanjuti lebih lanjut,” imbuhnya.

Kandungan yang berbahaya dari kopi tersebut sildenafil (untuk terapi disfungsi ereksi, Red.) dan tadalafil (untuk menangani impotensi atau disfungsi ereksi, Red.) yang biasa digunakan untuk stamina pria. “Efeknya bisa berpengaruh pada system sarap pusat, jadi memengaruhi koordinasi system saraf manusia,” jelasnya.

Bahkan jika dipakai secara berkepanjangan hal itu bias menganggu pada system saraf. “Gangguan motorix juga bisa terjadi,” tambahnya.

Efek dari dua bahan kimia yang berada dalam campuran kopi tersebut, bekerja dengan cepat dalam hitungan jam. (UYA SUHAYA)

Tinggalkan Balasan