Bawaslu Sumedang Hadiri Konsolidasi Penguatan Integritas Panwas

Pilihan Redaksi Politik

SUMEDANG.ONLINE – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sumedang diwakili Ade Sunarya, selaku Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran menghadiri kegiatan Nasional Konsolidasi Penguatan Integritas Pengawas Pemilu dalam Penanganan Pelanggaran. Kegiatan tersebut digelar mulai 3-4 Desember 2019 di Hotel Harper Palembang, Kota Palembang, Sumatera Selatan.

Dikatakan Ade, peserta kegiatan merupakan Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran di Bawaslu Provinsi dan di Bawaslu Kabupaten/Kota se Indonesia. Materi kegiatan konsolidasi yaitu Integritas Penyelenggara Pemilu dalam Penegakan Hukum Pemilu, Transisi Penegakan Hukum dari Undang-Undang Pemilu ke Undang-Undang Pilkada, dan Visi Bawaslu dalam Penegakan Hukum Pemilu.

Hadir sebagai pemateri yaitu Dr. Ratna Dewi Pettalolo, S.H., M.H. (anggota Bawaslu RI), Fritz Edward Siregar, S.H., LL.M., Ph.D., (anggota Bawaslu RI), Muhammad Afifuddin, S.Th.I., M.M. (anggota Bawaslu RI), Prof. Dr. Muhammad, S.IP., M.Si. (anggota DKPP RI), Prof.Dr.Kana Sutrisna Suryadilaga, M.M., M.Ag., M.Psi. (motivator), serta narasumber dari Tenaga Ahli dan Tim Asistensi Bawaslu RI.

Pada kesempatan itu seperti dilansir dari laman resmi Bawaslu, Anggota Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo mengingatkan, ujian integritas para pengawas pemilu berada di lapangan ketika melakukan pengawasan Pilkada Serentak 2020. Dia menegaskan, integritas adalah nilai tertinggi yang harus dimiliki pengawas pemilu.

Dewi berpandangan, nantinya akan banyak godaan-godaan dalam mengawal Pilkada 2020 supaya berjalan dengan jujur, adil, dan demokratis. Dirinya berseru, para jajaran pengawas harus berkomitmen menjaga integritas sampai kapan pun.

“Integritas kita jangan sampai terbeli seumur hidup. Sampai kapan pun nama kita akan tercatat dengan tinta emas,” ucapnya dalam acara Konsolidasi Penguatan Integritas Pengawas Pemilu dalam Penanganan Pelanggaran di Sumatra Selatan, Selasa (3/12/2019).

Dewi menyatakan, forum konsolidasi ini merupakan wadah para pengawas pemilu menguatkan kembali pijakan integritas sebelum melangkahkan kaki pada tahun 2020. Tahun depan, lanjutnya, lembaga pengawas pemilu akan kembali bergulat mengawal pemilihan di 270 titik untuk pemilihan gubernur, bupati, dan walikota.

Sementara Koordinator Divisi Pengawasan dan Sosialisasi Bawaslu M Afifuddin menambahkan, kualitas integritas itu seperti kata kerja. Karena itu, dia meyakinkan integritas harus selalu diberi pupuk dan harus dikembangkan terus menerus.

“Integritas kita harus terus dipupuk. Rasa cinta pun begitu. Kalau tidak dipupuk, ada potensi kekeringan dan ada potensi kematian,” pungkas Afif. (*/rls/bawaslu/iwan rahmat)

Tinggalkan Balasan