2023, Sumedang Bidik Turunkan Angka Stunting Hingga 17 Persen

KESEHATAN Pilihan Redaksi

SUMEDANG.ONLINE – Bupati Sumedang, H Dony Ahmad Munir menargetkan dapat menurunkan angka stunting di Kabupaten Sumedang hingga 17 persen pada 2023. Dan sebanyak 26 persen pada tahun 2020 ini.

Hal itu dikatakan Bupati saat memberikan arahan pada acara Rembug Stunting di Kabupaten Sumedang Tahun 2020, di Gedung Negara, Rabu (25/1/2020).

Sebagai informasi angka stunting di Kabupaten Sumedang masih tinggi, bahkan di atas rerata Nasional dan Jawa Barat. Menurut data awal di Tahun 2018, berada di angka 32 persen. Sementara di Jawa Barat tercatat dikisaran 29,9 persen atau sebanyak 2,7 juta balita terkena stunting.

Menurut Bupati, angka 32 persen tersebut berarti dari 100 bayi di Sumedang, 32 orang mengalami stunting. “Masalah stunting harus menjadi masalah bersama semua jajaran pemerintahan dan pemerintah harus hadir untuk mengatasinya. Untuk mengatasi stunting ini, tentunya tidak hanya menjadi kewajiban pemerintah. Tetapi kewajiban seluruh komponen. Karena pemerintah tidak akan ada artinya tanpa bantuan masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, kegiatan Rembug Stunting dipandang sangat strategis untuk memadukan seluruh komponen bersinergi dan berkomitmen bersama serta membulatkan niat dan tekad untuk menjadi bagian solusi mengatasi stunting di Kabupaten Sumedang.

“Untuk itulah konsep pembangunan yang dipakai adalah konsep pentahelix yang memuat lima unsur yaitu akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah, dan media. Jika kelima unsur ini bersatu insyaallah segala permasalahan apapun bisa kita atasi,” ungkapnya.

Ditambahkan Bupati, mengatasi stunting adalah bagian dari mewujudkan generasi yang kuat lahir dan batin. Apalagi menurut Bupati, investasi SDM akan menjadikan generasi emas pada Tahun 2025.

“Generasi emas ini harus dimulai dari SDM yang unggul dan berdaya saing. Mudah-mudahan stunting ini bisa kita atasi bersama dengan berbagai program dan kegiatan, baik dari pemerintah daerah maupun program dari komponen masyarakat lainnya,” ucap Bupati.

Bupati menyebutkan ada delapan aksi konvergensi stunting, aksi pertama adalah analisa situasi. Kedua, rencana kegiatan. Ketiga, rembug stunting. Keempat, Perbup tentang peran desa. Kelima, kader pembangunan manusia. Keenam, manajemen data. Ketujuh, pengukuran dan publikasi. Kedelapan, reviu kinerja tahunan.

Dikatakan dia, ada 25 desa di Kabupaten Sumedang yang berisiko stunting dan ada 10 desa prioritas pencegahan stunting.

”Sepuluh desa prioritas pencegahan stunting di antaranya, Desa Ciawitali Kecamatan Buahdua. Desa Suriamedal Kecamatan Surian. Desa Cibungur Kecamatan Rancakalong. Desa Kadakajaya Kecamatan Tanjungsari. Desa Tanjungwangi Kecamatan Tanjungmedar. Desa Cijambu Kecamatan Tanjungsari. Desa Pangadegan Kecamatan Rancakalong. Desa Tanjungmedar Kecamatan Tanjungmedar. Desa Kamal Kecamatan Tanjungmedar. Desa Sukasirnarasa Kecamatan Rancakalong,” kata imbuhnya.

Dipaparkan Bupati, Pemerintah Kabupaten Sumedang telah melaksanakan kesepakatan Rempug Stunting diantaranya, peningkatan koordinasi antara pemerintah daerah dengan lembaga non pemerintah dan masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan stunting, serta peningkatan manajemen data cakupan intervensi program pencegahan dan penanggulangan stunting oleh perangkat daerah.

“Selain itu, pemerintah, lembaga non pemerintah dan masyarakat akan melaksanakan program dan kegiatan dengan prioritas kelompok sasaran berada di desa prioritas pencegahan dan penanggulangan stunting tahun 2020,” katanya. **HUMAS PEMDA**

Tinggalkan Balasan