Mampu Regenerasi, Ara Apresiasi Festival Reak dan Gelik Terompet

SUMEDANG.ONLINE – Dewan Pembina Komunitas Seni Budaya Sunda Sukma Sajati, Maruarar Sirait, menghadiri Seni Budaya Sunda Reak Fest dan Gelik Tarompet di halaman Graha Persada Cileunyi Wetan Kabupaten Bandung, Minggu (26/1/2020).

Ara, demikian sapaan akrabnya memberikan apresiasi terhadap acara tersebut, karena telah mampu meregenerasi seni reak. Dalam sesi wawancara dengan peserta Ara menemukan peserta reak cilik berusia 8 tahun dan yang sudah tua berusia 85 tahun. “Saya apresiasi kegiatan ini karena telah mampu meregenerasi para seniman,” ujar Ara pada wartawan usai acara berlangsung.

Dia berharap dengan adanua pegelaran seni budaya tradisional ini, kecintaan masyarakat terhadap berbagai seni dan kebudayaan di Jawa Barat semakin kuat dan meningkat. Apalagi, kreatifitas seni Sunda tak kalah menarik dengan kesenian lain.

“Kesenian Sunda merupakan salah satu kekayaan budaya Indonesia yang harus di pertahankan dan dilestarikan. Apalagi Sumedang telah mendeklarasikan sebagai Sumedang Puseur Budaya Sunda,” katanya.

Ketua Panitia Pelaksana Reak Fest dan Gelik Tarompet, Joko Santoso yang kerab disapa Joko Loyor mengatakan, acara dilaksanakan dalam rangka mengembangkan dan melestarikan seni tradisi Sunda, salahsatunya seni meniup tarompet dan reak.

“Mengingat seni meniup tarompet selama ini kerap dibawakan oleh pinisepuh atau oleh seniman yang cukup lanjut usia. Maka kami berharap seni ini juga diminati oleh kalangan anak-anak milenial. Sehingga tradisi Sunda ini terus lestari dan bahkan terus berkembang,” terangnya.

Antusiasme peserta dalam acara tersebut juga cukup tinggi, hingga dapat mencapai 21 peserta dengan rerata masing masing peserta hampir 30-40 orang.

“Bang Ara selalu konsisten dan komitmen kepeduliannya terhadap budaya Sunda. Beliau sama sekali tak melupakan warga di Dapilnya hingga kini, dirinya pun turut serta mendukung agar Sumedang menjadi Puseur (pusat, red) Budaya Sunda. Saya sendiri menjadi saksi, selama menjadi anggota DPR RI selama 15 tahun dari Dapil Subang, Majalengka dan Sumedang. Bang Ara selalu melibatkan kesenian Sunda dalam semua kegiatan agenda resesnya saat itu,” pungkasnya. ***FITRI***

Show More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *