Bupati ungkap Masalah Pendidikan di Kabupaten Sumedang

PENDIDIKAN Pilihan Redaksi

SUMEDANG.ONLINE, JATINANGOR (26/2/2020) – Bupati Sumedang, H Dony Ahmad Munir menyebutkan salahsatu yang menjadi permasalahan di dunia pendidikan di Kabupaten Sumedang yakni terkait lama sekolah.

“Berdasarkan survey rata-rata orang Sumedang bersekolah sampai kelas dua SMP. Masalah kedua adalah tentang masalah harapan sekolah. Jadi ketika ditanya, hayang sakola nepi kamana? Jadi ternyata baru 12 tahun. Jadi banyak orang Sumedang ini yang lulusannya sampai SMA, tidak banyak yang berharap sampai S1, S2, dan S3. Mungkin karena biaya, mungkin karena kultur kita,” ujar Bupati Sumedang dalam Seminar Nasional Kapasitas Manajerial Kepala Sekolah Menuju Pendidikan Berkualitas Mewujudkan Sumedang Simpati 2023, di Puri Khatulistiwa Jatinangor Sumedang, Rabu, 26 Februari 2020.

Selain itu masalah lainnya, sebut Dony, berkaitan dengan pemertaan guru, sarana dan prasarana, termasuk juga dirinya membahas masalah kompetensi dan lain sebagainya. “Untuk itulah berangkat dari masalah tadi, kita mencanangkan visi Sumedang Simpati. Sumedang yang sejahtera, agamis, maju profesional dan kreatif. Sejahtera masyarakatnya, agamis akhlaknya, maju daerahnya, profesional aparaturnya dalam memberikan pelayanan pada rakyat dan kreatif ekonominya dalam mencipatakan lapangan pekerjaan,” ungkapnya.

Sumedang sejahtera pun lanjut Dony, di dalamnya ada dunia pendidikan. Karena pihaknya ingin meningkatkan rata-rata sekolah. “Banyak cara ada Wajar Pendidikan 9 dan 12 tahun. Pedidikan gratis, kemudian ada Paket B dan C, kita dapat 10 ribu untuk Paket B dan C, gratis,” ungkapnya. *IWAN RAHMAT*

Tinggalkan Balasan