Anggota DPRD Sumedang Temukan Hand Sanitizer Not for Sale Dijual Bebas

Pilihan Redaksi SUMEDANG

SUMEDANG.ONLINE, DPRD – Anggota Komisi III DPRD Sumedang, Ferry Budianto dibikin heran dengan adanya produk hand sanitizer not for sale yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan tetapi dijual bebas. Hand sanitizer yang tak disebutkan ukuran volumenya itu dijual dengan harga Rp27 ribu dengan kemasan botol bening.

“Saya mendapatkan informasi itu dari warga jika dia mengaku curiga dengan barang yang dibelinya itu. Dan esoknya setelah saya mendapatkan informasi itu, langsung coba membelinya dan ada tiggal satu produk lagi. Setelah saya teliti memang ada ada dua label. Label terakhir itu menutup tulisan not for sale,” ungkap Ferry saat dihubungi SUMEDANG ONLINE melalui sambungan telepon, Ahad, 29 Maret 2020.

Politisi PDI Perjuangan itu berharap dengan adanya penemuan produk hand sanitizer not for sale yang dijual bebas tersebut, Pemerintah perlu melakukan pengawasan yang ketat. Dia tak berharap bantuan yang diberikan pemerintah justru tak sampai pada masyarakat, lantaran dimanfaatkan oknum untuk meraup keuntungan pribadi. Padahal di sisi lain saat ini masyarakat tengah membutuhkan hand sanitizer seiring merebaknya virus Corona (Covid-19).

“Kemungkinan ada ‘kebocoran’ di atas, karena kok bisa sampai ada di pasaran dan dijual bebas. Ya, pasti banyak oknumlah, karena mungkin tidak terawasi satu persatu,” ungkap dia.

Mirisnya sebut dia, kejadian tersebut tak hanya terjadi di Sumedang saja tetapi terjadi dibeberapa wilayah. Hal itu setelah dirinya menemukan salahsatu akun yang menjual produk tersebut di marketplace ternama.

“Penyebarannya bukan hanya di Sumedang saja, ini ada dibeberapa wilayah. Yang di marketplace ternama itu saja bukan berasal dari Sumedang. Artinya untuk di Sumedang sendiri, untuk menyikapinya harusnya dinas terkait (yang terlibat). Dinas Kesehatan coba berkoordinasi dengan Kementerian atau misalkan dengan Dinas Kesehatan Provinsi. Apakah handsanitizer itu kapan bantuannya diberikan, apakah bulan kemarin, bulan sekarang. Kan kalau Dinas kan bisa mengecek lah ke Provinsi tanya, ini kapan ini dikeluarkan. Harusnya kan ini bantuan karena ada tulisan not for sale, tapi kenapa yang batuan gratisnya justru tidak ada nu jualnya aya,” bebernya.

Bahkan dikatakan dia, pihaknya pun belum pernah melihat bentuk dan jenis dari handsanitzer tersebut.

Dirinya menghawatirkan dengan beredarnya handsanitizer not for sale tersebut justru nanti akan berimbas pada citra pemerintah, disangkanya bantuan tak tepat sasaran karena justru malah beredar di pasaran.

“Sedangkan sudah jelas ditulisnya juga tidak untuk dijual, itu masalahnya. Bocornya dimana? Ya pasti dari atas tidak mungkin dari bawah, karena tidak di wilayah Sumedang saja,” tandas dia. *FITRI*

Tinggalkan Balasan