Disoal Masalah Paket Disinfektan Rp2 Juta, Ini Penjelasan PMD Sumedang

Pilihan Redaksi SUMEDANG

SUMEDANG.ONLINE, PMD – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sumedang melalui Kasie Pengembangan SDM Bidang Kelembagaan dan SDM, Nurhayat, memberikan klarifikasi berkaitan disoalnya pembelian disinfektan oleh Desa yang terjadi di Kecamatan Buahdua, Kabupaten Sumedang.

Nurhayat memastikan telah terjadi miskomunikasi, lantaran saat pembahasan dengan APDESI, tidak ada perwakilan dari Desa yang ada di Buah dua.

“Tidak hadir eta teh, model Buahdua sabaraha kali ngariung APDESi teu pernah hadir,” ujar Nurhayat saat dikonfirmasi SUMEDANG ONLINE di ruang kerjanya.

Meski demikian dia membenarkan nilai anggaran untuk pembelian disinfektan itu senilai Rp2 juta. Namun tidak hanya disinfektan seperti difoto berjumlah enam botol. Rinciannya sebut Nurhayat yakni, Hand Sanitizer 1 lt sebanyak 2 botol, Hand Was 1 lt sebanyak 3 botol, Disinfektan 1 lt sebanyak 10 botol dan masker 1 lusin sebanyak 2 pak.

”Iya betul dianggarkan Rp2juta. Karena kalau dilihat dari harga jauh dari harga dari pasaran. Pami diitung disinfektan wae dipasaran, moal cukup eta teh. Memang waktu itu minta didata siapa saja yang mau order, ternyata arahanna daripada ribet sudah saja kirim ke tiap-tiap desa. Buahdua memang DPK nya tidak pernah hadir, mungkin itu yang membuat miskomunikasi. Jadi yang jelas bukan yang difoto 6 botol itu, kalau dihitung 15 botol plus 2 lusin masker,” ungkapnya lagi.

Sementara pihak PMD pun memastikan tiddak diarahkan untuk itu, karena pembelian paket disinfektan itu merupakan kesepakatan Apdesi.

”PMD cuman hanya mengarahkan menganggarkan dari ADD, jenis barangnya memang untuk penanganan Covid 19. Memang terbanyak dari disinfektan yang terbanyak,” pungkas dia. *IWAN RAHMAT*

Tinggalkan Balasan