SERIKAT buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Sumedang menggugat (ABSM) menuntut agar tak disahkannya omnibuslaw, Senin, 16 Maret 2020.

 ISTIMEWA
buruh : SERIKAT buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Sumedang menggugat (ABSM) menuntut agar tak disahkannya omnibuslaw, Senin, 16 Maret 2020.

Jika Omnisbulaw Disahkan, Buruh Sumedang Ancam Mogok

BISNIS Pilihan Redaksi

SUMEDANG.ONLINE, JATINANGAOR (16/3/2020) – Sebanyak 700 buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Sumedang menggugat (ABSM), melakukan aksi blokir di Jalan Bandung Garut, Senin, 16 Maret 2020.

Salahsatu tuntan dari gabungan Serikat Pekerja SPSI, PPB Kasbi, Peppsi KSN, Gobsi, dan KSPN itu yakni mereka menolak omnibuslaw. Rencananya buruh akan bergerak menuju ke Gedung Sate Bandung.

Salahseorang buruh PT Kahatex, Slamet Riyanto, menyebutkan mereka sempat bersitegang dengan pihak perusahaan saat mengajak buruh lainnya untuk melakukan aksi. ”Tadi sempat bersitegang dengan perusahaan Insan Sandang yang tidak mau mengeluarkan perwakilan buruhnya untuk ikut aksi. Kami akan terus menyisir perusahaan yang tidak mau mengeluarkan perwakilanya untuk ikut aksi. Dikarenakan, ini sangat penting apabila Omnibuslaw disetujui maka akan hancurlah para pekerja yang ada di Indonesia,” jelas Slamet.

Dikatakan dia, dampak buruk dari omnibuslaw nantinya akan banyak buruh yang dirampas hak haknya. “Aksi ini akan terus berlanjut yakni tanggal 23 Maret 2020 kami akan melakukan aksi serupa. Karena ada info dari Pusat 70 persen DPR sudah menyetujuinya. Maka apabila April disahkan maka kami akan melakukan Mogok Nasional,” tandasnya.

Ketua DPC Gobsi Kabupaten Sumedang, Asep Budiman, menyebutkan jika DPR RI mengesahkan omnibuslaw maka dia menyebut hal itu sudah kelewat batas.

“Apabila bila DPR RI Pusat mau menyetujui omnibuslaw, benar adanya bahwa dari pusat sudah hampir 70 persen DPR RI mau menyetujuinya. Maka satu dari kami kaum Buruh, Lawan dan Lawan ketidakadilan ini,” tandas Asep. *ACENG*

Tinggalkan Balasan