Kepala SMP Negeri 1 Cimalaka, Enung Titin Agustikawati memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Seminar Nasional Kapasitas Manajerial Kepala Sekolah Menuju Pendidikan Berkualitas Mewujudkan Sumedang Simpati 2023, di Puri Khatulistiwa Jatinangor Sumedang, Rabu, 26 Februari 2020.

 ISTIMEWA
WhatsApp Image 2020-02-26 at : Kepala SMP Negeri 1 Cimalaka, Enung Titin Agustikawati memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Seminar Nasional Kapasitas Manajerial Kepala Sekolah Menuju Pendidikan Berkualitas Mewujudkan Sumedang Simpati 2023, di Puri Khatulistiwa Jatinangor Sumedang, Rabu, 26 Februari 2020.

Kepala SMP di Sumedang Masih Tunggu Surat Edaran Resmi dari Pemerintah

PENDIDIKAN Pilihan Redaksi

SUMEDANG.ONLINE, SMKN 1 SUMEDANG (15/3/2020) – Berbeda dengan SMA yang siswanya sudah secara resi diliburkan mulai 16-29 Maret 2020. Untuk siswa SMP sejauh ini masih menunggu surat edaran secara resmi dari Bupati Sumedang.

“Diliburkan (siswa). Barusan ketua Forum ikut rapat, tinggal menunggu surat resmi yang sedang dibuat oleh Bupati, tunggu saja sebentar. Kalau dari informasi awal, besok masih sekolah dahulu untuk diumumkan ke anak-anak. Jadi liburnya mulai dari hari Selasa, jadi besok itu hanya pengumuman saja, bebersih, pulang. Mulai tanggal 17-31 Maret 2020 belajar di rumah, tapi tadi kata Pak Sekda surat edaran resminya masih diproses sama bupati,” ujar Enung Titin Agustikawati selaku Kepala SMPN 1 Cimalaka saat dikonfirmasi SUMEDANG ONLINE.

Sementara itu, SUMEDANG ONLINE mendapatkan pesan berantai berkaitan dari hasil rapat antara Sekretaris Daerah, Herman Suryatman dengan Dinas Pendidikan dan Kesehatan Kabupaten Sumedang. Berdasarkan info sementara itu, Senin, 16 Maret 2020, Tidak ada upacara bendera, anak anak cuma sebentar ke sekolah, dan Ibu kepala/guru menjelaskan surat Edaran bupati dan tips” PHBS, setelah itu anak anak langsung pulang ke rumah,

“Anak-anak belajar di rumah dari tanggal 17 Maret sampai 31 Maret 2020 ( belajar di rumah bersama orang tua, tidak berpergian/wisata, tidak datang ke tempat” umum/keramaian),” tulis pesan berantai tersebut.

Poin selanjutnya, tidak ada aktivitas kerumunan orang banyak (seminar, workshop, karyawisata, outing Class dll) untuk itu seleksi gupres dan kepres tanggal 17 Maret 2020 di cancel sampai waktu nanti ditentukan.

“Jangan panik tapi harus selalu selalu melaksanakan Ikhtiar hidup sehat dan berdoa. Semoga Allah SWT melindungi kita semua dari segala penyakit dan marabahaya,” pungkasnya. *IWAN RAHMAT*

Tinggalkan Balasan