Masker Kain Laris, Konveksi di Sumedang Rebutan Bahan Baku

SUMEDANG.ONLINE, RANCAKALONG – Langkanya masker berstandar WHO di pasaran, mendorong para perajin konveksi di Sumedang untuk membuat sendiri. Seperti yang dilakukan Ajat Sudrajat, pemilik konveksi rumahan di Dusun Singkur, Desa Pangadegan, Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang ini.

Ditemui SUMEDANG ONLINE di workshop nya, Asep mengaku dalam dua minggu terakhir ini kebanjiran order.

“Sudah dua mingguan sampai sekarang. Paling ramai semingguan bahkan orderan pun sampai tidak tahan,” ungkap Asep.

Dia mengaku dalam sehari mampu mengerjakan pembuatan masker hingga 20 lusin (240 pcs). Meski demikian disebutkan dia, karena mulai banyak konveksi lain yang menjalankan hal serupa membuat orderan mulai berkurang.

“Di hari Minggu ke tiga pesanan mulai berkurang tapi pesanan yang rutin saja. Apalagi sekarang toko kain bahan untuk dijahit agak susah bahkan sampai rebutan,” imbuh dia.

Dia mengakui jika masker yang dibuatnya memang belum berstandar WHO, namun karena kelangkaan bahkan sampai tidak ada dipasaran masker berstandar WHO sehingga banyak konveksi yang berinisiatif membuat sendiri.

Asep berharap musibah wabah corona (Covid 19) ini segera berakhir, karena bagaimana pun dia mengaku kena imbas dari adanya wabah tersebut.

“Dan mudah-mudahan pemerintah bisa menyelesaikan yang terjadi sekarang dan normal kembali seperti biasa karena kalau ingin bepergian keluar rumah agak merasa takut jika tidak ada keperluan seperti membeli sembako untuk mkn sehari-hari,” pungkas dia.

Sementara itu, Kasubag Program pada Dinkes Sumedang, Ekky Riswandiyah Utomo menyebutkan sebenarnya Standar Operasional Prosedur (SOP) maser berstandar WHO atau medis hanya digunakan untuk warga yang betul-betul sakit.

“Sebetulnya sop penggunaan masker standar WHO atau standar medis itu pertama untuk warga yang betul-betul sakit seperti batuk/gangguan pernafasan. Kedua untuk petugas medis yag memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yabg sakit,” jelas dia.

Disebutkannya, dalam kondisi keterbatasan masker medis, daripada masyarakat berebut dengan teman-teman dari tenaga kesehatan yang jauh lebih beresiko. Pihaknya menyarankan agar masyarakat dan atau jajaran non-ksehatan dapat menggunakan masker jenis apa pun.

“Tapi tetap protokol pencegahan penyebaran Covid-19 tetap dipatuhi. Tidak keluar rumah jika tidak betul-betul penting dan jika terpaksa harus menggunakan masker (kain), selalu CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun) juga desinfeksi dirumah masing-masing,” pungkas dia. *IWAN RAHMAT/FITRI*

Baca Juga

ARTIKEL & OPINI PUBLIK