Apdesi Sumedang: Penerima Bantuan Dijamin Tidak Double

  • Terbit Senin, 20 April 2020 - 03:01 WIB
  • SUMEDANG
  • REPORTER: Admin
  • EDITOR: Admin

SUMEDANG.ONLINE – Ketua APDESI Kabupaten Sumedang, Andre Y. Muchtar, menandaskan jangan menjadikan pembagian bantuan untuk terdampak Coronavirus Disease (Covid-19) menjadi polemik. Lantaran mereka yang sudah terdata oleh pihak RT, RW yang tidak tercover oleh Bantuan dari Provinsi Jawa Barat masih berpeluang menerima bantuan langsung tunai (BLT) dari Dana Desa.

“Bantuan tidak bisa double, misalkan telah dapat bantuan PKH tidak bisa mendapat bantuan BLT dari Dana Desa. Jadi sekali cukup. Jadi jangan khawatir, masyarakat diusahakan bisa mendapatkan semua hasil data dari RT RW yang tidak terakomodir oleh Gubernur itu akan ada dari Kabupaten, ada dari BLT Desa,” ujar Andre pada SUMEDANG ONLINE. Senin, 20 April 2020 dini hari.

Tak hanya itu Pemerintah Kabupaten Sumedang pun akan menyiapkan Dapur Umum, yang nantinya menyediakan keperluan untuk makan warga yang terdampak. Teknisnya Dapur Umum akan disiapkan oleh PKK.

“Nanti mereka akan menyiapkan seperti itu, jadi diusahakan data yang tidak terakomodir harus masuk. Misalkan dari yang 500 pastikan ada data, NIK nya yang lain yang sudah masuk, akan dilaporkan kembali oleh Tim Posko Pengaduan di Desa. Nantinya akan bertambah lagi. Dan nanti diambil anggarannya darimana, kan masih ada anggaran dari Sapras, dari Banprov diubah dari infrastruktur jadi untuk penanganan Covid-19 ini dulu,” jelas dia.

Dia memastikan masyarakat tidak perlu menggunjingkan bantuan yang akan digulirkan, karena semua pihak sudah sepakat 25-30 persen dari Bantuan Dana Desa diperuntukkan untuk penanganan Covid-19. “Kalau dapat Rp1 Miliar, 30 persennya. Berarti Rp300 juta. Jadi jangan hawatir, tolong pahami dulu semua sebelum melakukan manuver,” imbuhnya.

Andre pun memebenarkan hingga saat ini pihaknya masih menunggu kuota tiap desa dari Kabupaten berapa untuk bantuan penanganan Covid-19 tersebut. “Betul, kita lagi menunggu data dari Kabupaten kuota tiap desa ini berapa. Sekarang juga kita sedang menunggu kepastian dari Bantuan Gubernur juga hasil verifikasi validasi daripada Dinas Sosial dan timnya. Itu yang kita harus tahu dulu itu,” bebernya.

Ketua Apdesi pun memastikan bantuan yang diberikan tidak akan double karena data yang terinput sudah online, dan jika double akan menghapus sendiri. “Seperti saya kemarin mengajuka, Dinsos sudah tahu. Ini sudah masuk ke PKH. Jadi dijamin tidak akan ada data ganda,” ungkapnya. *IWAN RAHMAT*

Baca Juga

ARTIKEL & OPINI PUBLIK