Asosiasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Sumedang kini telah memiliki galeri dan pusat jajanan serba ada di Jalan Tjut Njak Dien Nomor 50. Selasa 21 April 2020.

 Asosiasi Usaha Mikro Kecil dan
Asosiasi Usaha Mikro Kecil : Asosiasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Sumedang kini telah memiliki galeri dan pusat jajanan serba ada di Jalan Tjut Njak Dien Nomor 50. Selasa 21 April 2020.

Asosiasi UMKM Sumedang Buka Galeri dan Pujasera

BISNIS

SUMEDANG – Asosiasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Sumedang kini telah memiliki galeri dan pusat jajanan serba ada di Jalan Tjut Njak Dien Nomor 50. Selasa 21 April 2020.

Di galeri tersebut menyediakan berbagai makanan diantaranya olahan hanjeli mulai dari beras, opak, krupuk, sereal, teng-teng. Aneka kue basah, nasi box, nasi tumpeng, handycraft, ubi bakar Cilembu, keripik ubi, mi ayam Bangka, siwang, olahan tepung mocaf yang dibuat cookies, kerupuk,cemilan, dan olahan sorgum yang diolah menjadi beras, tepung, cookies, dan teng-teng.

“Ini adalah sebagai wadah kami para pelaku UMKM yang mempunyai produk ataupun yang berproduksi untuk sama-sama memasarkan dan menampung semua produk-produk yang kami produksi,” ujar Dewi salahseorang pelaku usaha yang mengisi galeri UMKM tersebut.

Dia berharap keberadaan galeri tersebut bisa menjembatani antara pelaku industri UMKM dengan pasar. Sehingga tak hanya dikenal oleh pasar lokal tapi juga luar Sumedang.

Ketua Umum Asosiasi UMKM Kabupaten Sumedang, Titus Diah membenarkan keberadaan galeri UMKM tersebut untuk mewadahi para pengusaha dari golongan kecil dan menengah.

“Kami disini dari UMKM Sumedang, sudah mengadakan tenda dan beberapa gerobak untuk mewadahi para pengusaha kecil menengah untuk berusaha dengan makanan olahan. Disini juga ada gerai dari produksi makanan olahan, kerajinan dan lain sebagainya,” ujar Titus.

Keberadaan Pujasera itu pun dalam rangka persiapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Sumedang serta jelang Ramadan. “Agar mereka para pelaku usaha tetap bisa menjalankan usahanya. Dikarenakan kelumpuhan usaha yang total mereka tidak melakukan aktivitas dan tidak berusaha sebulan ke belakang,” jelasnya.

Meski demikian dibukanya Pujasera itupun tetap berpedoman pada surat edaran dan SOP yang telah ditentukan. “Semoga untuk para pelaku di usaha harus bertahan hidup, karena sampai saat ini juga belum ada bantuan dari pemerintah yakni PKL dan para pelaku usaha bahkan UMKM pun belum mendapatkan bantuan,” pungkas dia. *IWAN RAHMAT*

Tinggalkan Balasan