Komisi III DPRD Sumedang, drg. H. Rahmat Juliadi, M.H. Kes.

 Komisi III DPRD Sumedang, drg.
Komisi III DPRD Sumedang, : Komisi III DPRD Sumedang, drg. H. Rahmat Juliadi, M.H. Kes.

Hasil Rapid Test, Tujuh Positif Empat Diantaranya Tenaga Medis

Pilihan Redaksi SUMEDANG

SUMEDANGONLINE, DPRD – Hasil Rapid Test tenaga kesehatan menunjukkan adanya Dua dokter, dan Dua perawat yang false positif. Sisanya menurut keterangan Komisi III DPRD Sumedang, drg. H. Rahmat Juliadi, M.H. Kes., berasal dari masyarakat umum.

“Saya sendiri turut prihatin karena empat diantaranya adalah tenaga kesehatan, temen-temen saya. Satu dokter di Buahdua, Satu dokter di RSUD, dan Dua orang perawat, yang lainnya masyarakat umum. Terus terang ini yang menjadi kehawatiran saya sejak awal, kenapa karena sudah akan dipastikan akses terhadap tes covid ini semakin besar, semakin banyak orang yang dites. Ini akan terjadi lonjakan yang cukup signifikan,” ungkap Rahmat saat dikonfirmasi SUMEDANG ONLINE melalui sambungan telepon, Kamis, 2 April 2020.

Menurut Rahmat, sebenarnya kondisi ini tidak akan terjadi kalau sebelumnya telah dilakukan antisipasi. “Kalau sekarang sudah banyak. Bahkan Orang Dalam Risiko (ODR), sebetulnya tidak ada istilah itu, tapi kita tidak mempermasalahkan itu. Ini berpotensi menambah jumlah ODP, PDP dan Pasien Positif. Apalagi kalau kita buka terhadap hasil pemeriksaan test itu, lebih luas, maka berpotensi terjadi lonjakan pasien yang postif. Ini pun baru dilakukan di kalangan tenga kesehatan saja, kemarin sudah ada yang positif. Meskipun terus terang, ini belum benar-benar positif, false positif,” ungkapnya.

Masih false positif karena hasilnya masih menunggu dari test swab atau PCR. “Ini kan harus ditindaklanjuti, kita berharap mudah-mudahan hasil swab test nya tidak positif. Tapi ini kan sudah warning, saya menghawatirkan ini terjadi lonjakan yang cukup signifikan, karena sekarang mulai ada pemeriksaan tes, meskipun itu masih dengan menggunakan rapid test” tandas dia.

Rahmat pun memberikan apresiasi terhadap Keberanian Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir yang telah menerapkan status Karantina Kewilayahan. Meskipun dilakukan secara parsial. “Saya memuji keberanian bupati yang sudah melakukan karantina kewilayahan, walaupun hanya parsial. Itu guna mengurangi jumlah orang Sumedang yang mudik ke Sumedang terutama mereka yang berasal dari zona merah. Karena kalau tidak dibendung data ini bisa 60-80 ribu orang Sumedang, mereka biasanya mudik saat mungguhan dan lebaran. Jadi kalau ini 15 ribu ini masih belum setengahnya,” ungkap dia.  *FITRI*

Tinggalkan Balasan