Omset Pedagang di Pasar Inpres Sumedang menurun pasca adanya wabah Corona, Ahad, 19 April 2020. Para pedagang pun mengaku hawatir pendapatannya makin menurun saat pelaksanaan PSBB, 22 April 2020.

 Omset Pedagang di Pasar Inpres
Omset Pedagang di Pasar : Omset Pedagang di Pasar Inpres Sumedang menurun pasca adanya wabah Corona, Ahad, 19 April 2020. Para pedagang pun mengaku hawatir pendapatannya makin menurun saat pelaksanaan PSBB, 22 April 2020.

Jelang PSBB Gula Putih di Pasar Sumedang Mulai Langka

BISNIS Pilihan Redaksi

SUMEDANG.ONLINE – Dibanding stok sembilan bahan pokok lainnya, gula putih dikatakan sejumlah pedagang di Pasar Inpres Sumedang saat ini mulai langka. Jika pun ada harganya sudah merangkak naik menjadi Rp17 ribu dari Rp12 ribu per kilogram.

“Kalau sembako sih masih lancar, normal. Kalau yang agak susah itu gula putih. Sekarang perkilogram harganya Rp17 ribu dari sebelumnya Rp12 ribu,” ujar Warsa salahseorang pemilik kelontongan di Pasar Inpres Sumedang pada SUMEDANG ONLINE. Ahad, 19 April 2020.

Menurut informasi yang diterima Warsa dari Grosir yang suka mengirim barang ke mereka, kelakangkaan gula akibat proses impor di setop setelah adanya pembatasan akibat Pandemic Covid-19.

“Katanya kebanyakan kalau gula itu impor. Dan sekarang karena adanya pembatasan, di setop dulu impornya. Jadi ketersediaan gula jadi berkurang, termasuk juga gula lokal susah. Harganya pun mahal dulu itu hanya Rp550 ribu perkaraung, sekarang sampai Rp800 ribu perkarungnya,” jelasnya.

Disinggung jumlah pembeli ke Pasar Inpres Sumedang, Warsa mengaku meski ada penurunan namun masih disebutnya normal. Tapi dia belum bisa memprediksi setelah nanti diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tanggal 22 April 2020.

“Omset dari sebelum adanya wabah Corona, dengan sekarang itu hilang ampir setengahnya. Apalagi nanti kalau sudah diberlakukan PSBB,” ungkapnya.

Dia berharap agar pemerintah terus memperhatikan ketersediaan bahan pokok, karena merupakan kebutuhan sehari-hari. “Saya berharap ada perhatian lebih terhadap sembako,” pungkas dia.

Tinggalkan Balasan