Kendaraan Selain Pelat Z Dilarang Masuk ke Sumedang, Kecuali

SUMEDANG.ONLINE – Kepala Bidang Pengawasan Pengendalian Lalu Lintas dan Parkir pada Dinas Perhubungan Kabupaten Sumedang, Herman, kembali mengingatkan pada saat pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kendaraan selait pelat Z dan domisili bukan Sumedang, dilarang untuk memasuki wilayah Sumedang.

“Sampai di pos mereka akan diperiksa, domisili di KTP jika bukan Sumedang balik kanan. Apabila menggunakan kendaraan non-Z misalkan pelat B atau D tapi domisili Kabupaten Sumedang, mau masuk kabupaten Sumedang. Ditanya dulu tujuannya apa, ada tidak surat izin keluar dari RT, RW. Ada tidak surat keterangan dari Perusahaan kalau ada boleh masuk, kalau tidak silakan kembali. Itu untuk kendaraan pribadi roda empat,” ujar Herman pada SUMEDANG ONLINE. Rabu, 29 April 2020.

Dan untuk roda dua berboncengan, sebut dia, jika tidak sama alamat dengan yang dibonceng, itu pun tidak boleh masuk ke Sumedang. Sehingga begitu masuk ke Pos pengendara yang dibonceng akan diperiksa.

“Jadi begitu sampai di pos periksa KTP, bukan saudara, bukan ayah dengan anak, bukan istri dengan suami, bukan istri dengan anak, setop turunkan. Atau silakan kembali ke daerah asal. Untuk ojek onlen tidak boleh menarik penumpang hanya untuk menarik barang,” tandasnya.

Untuk kendaran barang pun yang boleh masuk hanya untuk barang-barang yang essensial. Tetapi tetap mereka harus melalui pos pemeriksaan.

“Mereka tetap diperiksa takut terjadi penyelundupan barang-barang sembako atau barang-barang yang berkaitan dengan penanganan Covid. Misal masker, handsanitizer, tetap harus diperiksa, tetapi kendaraan barang mah relatif boleh masuk karena hanya untuk keperluan logistik,” jelas dia.

Selain itu lanjutnya, sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 (Permenhub 25/2020) Tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri Tahun 1441 H. Peraturan berlaku mulai 24 April- 31 Mei 2020.

“Adanya larangan penggunaan transportasi darat, kereta api, laut maupun udara dan berlaku mulai 24 April sampai dengan 31 Mei 2020 untuk penggunaan sarana transportasi. Nah, larangan sementara transportasi darat ini dilarang keluar atau masuk wilayah PSBB atau zona merah,” ungkapnya.

Permen tersebut pun mencakup Sumedang yang melaksanakan PSBB wilayah Bandung Raya, sehingga angkutan umum dalam satu wilayah itu masih bisa beroperasi, diluar itu tidak bisa.

“Misalkan angkutan umum dari Cirebon atau Majalengka mau ke Bandung ka Sumedangnya PSBB, Bandungnya juga PSBB, itu tidak boleh masuk. Jadi sampai di Tolengas harus di setop, balik kanan. Angkutan umum dari Bekasi ke Tasik misalkan, sampai disana di perbatasan Cikaramas harus diberhenti tidak boleh masuk Sumedang sesuai dengan permenhub,” pungkas dia. *IWAN RAHMAT*

Show More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *