PSBB, Sa’dulloh Minta Masyarakat Sumedang Patuhi Arahan Pemerintah

  • Terbit Selasa, 21 April 2020 - 11:08 WIB
  • SUMEDANG
  • REPORTER: Admin
  • EDITOR: Admin

SUMEDANG.ONLINE – Para ulama di Kabupaten Sumedang berharap masyarakat secara ikhlas dapat mematuhi arahan dari Pemerintah saat pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Kabupaten Sumedang mulai Rabu, 22 April 2020.

“Yakinlah bahwa Allah SWT tidak akan menguji suatu kaum di luar batas kemampuannya selama kaum itu mau berikhtiar dengan cara mengikuti arahan para ahli dan pemangku kebijakan,” ujar KH Sa’dulloh.

Menurut mantan Ketua PCNU Kabupaten Sumedang itu mengatakan PSBB diberlakukan untuk kemaslahatan ummat. Karena itu, jauhkan pikiran-pikiran negatif terutama yang berkaitan dengan politisasi PSBB tersebut.

”Masyarakat Sumedang harus meyakini, Pemerintah Kabupaten Sumedang adalah pemerintahan yang punya visi misi membangun dan menyejahterakan rakyatnya. Karena itu kita percaya bahwa kebijakan penerapan PSBB adalah untuk kemaslahatan warga Sumedang,” tegasnya.

Berkait adanya kekhawatirkan kecemburuan sosial di kalangan masyarakat dengan adanya bantuan dari pemerintah akibat dampak Pandemic Coronavirus Disease (Covid-19). Sa’dulloh berpendapat, dalam kondisi seperti sekarang sudah seharusnya semua orang sadar diri. Bagi orang-orang mampu harus membantu yang lemah dan miskin. Bagi yang sudah berkecukupan jangan serakah, harus bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah.

”Kalau dirasa sudah cukup untuk kehidupan kita untuk apa minta-minta dari pemerintah. Justru kini saatnya yang mampu harus bantu pemerintah dengan cara membantu para kaum fakir miskin dan kaum duafa,” tegasnya.

Dia pun mengharapkan agar pemerintah lebih intensif melakukan sosialisasi agar masyarakat paham betul terhadap PSBB. Seluruh aparat diharapkan bekerja dengan ikhlash menyampaikan maksud dan tujuan PSBB agar semua faham.

“Selain itu, juga dimohon lebih intensif untuk melakukan konsolidasi dengan tokoh masyarakat dari berbagai lapisan. Jangan sekedar asal konsolidasi,” paparnya.

Untuk saat ini, kata dia, jauhkan kebiasaan komunikasi hanya dengan orang yang satu partai atau golongan. Sapa semuanya, rangkul semuanya. Disebutkan, dalam penerapan PSBB dimohon lebih Arif dan bijaksana. Perhatikan golongan fakir miskin dan kaum dhuafa. Sanksi yang diberikan kepada para pelanggar harus memperhatikan masalah yang dihadapi dan berikan solusi kepada mereka.

”Diharapkan Bupati dan aparat lainnya menjadi teladan masyarakat. Terjun langsung ke lapangan akan lebih baik untuk menunjukkan rasa empati para mereka korban dan yang terdampak covid 19,” harapnya. *ABDULAH*

Baca Juga

ARTIKEL & OPINI PUBLIK