Warga Conggeang memprotes masih produksinya PT. Sagara Purnama (SP) mereka khawatir bisa terpapar Corona karena di perusahaan tersebut masih hilir mudik kendaraan diduga dari zona merah Pandemik Corona

 Warga Conggeang memprotes masih produksinya
Warga Conggeang memprotes masih : Warga Conggeang memprotes masih produksinya PT. Sagara Purnama (SP) mereka khawatir bisa terpapar Corona karena di perusahaan tersebut masih hilir mudik kendaraan diduga dari zona merah Pandemik Corona

Takut Corona, Warga Conggeang Sumedang Geruduk PT SP

Pilihan Redaksi SUMEDANG

SUMEDANG.ONLINE, CONGGEANG – PT. Sagara Purnama (SP) di Desa Conggeang Kulon Kecamatan Conggeang Kabupaten Sumedang digerduk warga, Rabu, 1 April 2020. Mereka menduga pabrik yang memproduksi alat kencatikan itu masih membiarkan kendaraan hilir mudik diduga dari zona merah Pandemik Corona.

Dikonfirmasi terkait hal ini, Kabid Penegakan Peraturan Daerah pada Sat Pol PP Kabupaten Sumedang Deni Hanafiah membenarkan. Namun saat ini warga sudah membubarkan diri.

“Masyarakat di sana protes karena ada semacam kehawatiran kalau diantara yang hilir mudik itu terpapar Corona. Di sisi lain kan Pemerintah sudah mengeluarkan Surat Edaran Pembantasan Perusahaan, diantaranya mengatur jadwal. Atau bahkan, menghentikan sementara. Ini juga kena seharusnya,” ujar Deni pada SUMEDANG ONLINE, Rabu, 1 April 2020.

PT Sagara pun disinyalir telah mengalihkan produksi dari produk kencatikan ke memproduksi baha-bahan yang dibutuhkan guna pencegahan penyebaran penyakit Corona Virus, seperti disinfektan, masker dan hand sanitizer. Namun warga memprotes keberadaanya lantaran, masih adanya aktivitas kendaraan yang hilir mudik dari zona merah Pandemik Corona.

“Pabrik tersebut boleh buka tetapi khusus untuk memproduksi alat kesehatan, silakan nanti konfirmasi ke Dinas Kesehatan. Sehingga produk perusahaan tersebut hingga kemarin masih ON. Kemarin dengan Pak Camat minta tolong di mediasi dengan warga masyarakat, karena masyarakat khawatir, dan mereka sepakat, hari Senin tanggal 30. Barusan saya menerima lagi informasi ada masyarakat lagi yang protes, padahal produksi sudah ditutup. Tapi masyarakat masih melihat ada kegiata. Mungkin saja kegiatan itu sisa satu hari yang diberikan pihak Forkompimcam,” imbuhnya. *IWAN RAHMAT*

Tinggalkan Balasan