Test Covid, Gubernur Jabar: Tak Akan Gunakan Lagi Rapidtest

SUMEDANG.ONLINE – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mamstikan pihaknya dalam beberapa waktu ke depan dalam pengetesan Covid-19 di Bandung Raya tak akan menggunakan tes darah lagi.

”Pengetesan dengan sistem itu sudah tidak akurat, sehingga nantinya pengetesan akan dilakukan dengan test Swab,” ujar Ridwan Kamil saat rapat evaluasi pelaksanaaan PSBB di Gedung Pakuan Jalan Otista No. 1 Kota Bandung. Sabtu, 25 April 2020.

Sebagai informasi Gubernur Jawa Barat sebelumnya telah mengunjungi PT. Bio Farma yang dapat memproduksi reagen untuk pemeriksaan COVID-19 dengan metode Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR). Jumat, 24 April 2020.

”Di Bio Farma, kita bisa menyaksikan ada produksi untuk reagen PCR, untuk mengetes positif tidaknya COVID-19,” kata Gubernur saat itu.

Menurut Gubernue, PT Bio Farma memiliki kapasitas produksi mencapai 100 ribu tes kit reagen, dan masih bisa ditingkatkan guna memenuhi kebutuhan alat tes COVID-19 di Jabar. ”Kapasitas kurang lebih 100.000 selama dua minggu dan bisa ditingkatkan, sehingga (kit) pengetesan produksinya di Jawa Barat,” ucapnya.

Research Coordinator Divisi Riset PT Bio Farma Dicky mengungkapkan, kapasitas produksi reagen di Bio Farma mencapai 50 ribu test kit per minggu, dan bisa ditingkatkan hingga 100 ribu test kit per minggu bila dibutuhkan. Jumlah tersebut akan mampu memenuhi kebutuhan tes dengan metode RT-PCR di Jabar.

”Sebenarnya dari Bio Farma kita dengan kapasitas terpasang per hari bisa sampai 300 box atau setara 50.000 test kit dalam satu minggu, atau (bila dibutuhkan) maksimal malah kita bisa sampai 15.000 test dalam satu hari, atau setara hampir 100.000 test kit seminggu itu sebenarnya bisa kita penuhi,” kata Dicky.

Akan tetapi, Dicky mengatakan bahwa proses produksi terkendala oleh kedatangan bahan baku. Menurut ia, negara-negara di dunia tengah saling berebut bahan baku reagen. Meski begitu, ia mengaku pihaknya telah melakukan pemesanan yang diperkirakan akan sampai pekan depan.

”Kendalanya hanya kedatangan bahan baku, dan itu sudah kita pesankan. Masalah bahan baku itu sebenarnya tidak hanya di kita, jadi seluruh dunia memang sekarang sedang berebut bahan bakunya,” ucapnya.

Dicky menjelaskan, bahan baku yang akan sampai pekan depan tersebut akan dialokasikan untuk produksi 100 ribu test kit reagen. Nantinya, kit RT PCR tersebut akan segera dapat disebarkan ke seluruh Indonesia paling cepat pada pertengahan Mei 2020.

”Sementara untuk yang 100 ribu perdana ini merupakan proyek Nasional yg digagas BPPT dan komponen bangsa lain yg bersama-sama akan didonasikan untuk disebar ke seluruh Indonesia secara gratis, jadi tidak akan dikomersilkan”.

”Untuk yang 100 ribu pertama itu (sebagian bahan baku) Insyaallah datang minggu depan, awal Mei kita produksi, minggu kedua Mei sudah bisa langsung didistribusi secara nasional,” imbuhnya.

Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan Jabar selanjutnya, kata Dicky, PT Bio Farma telah menyiapkan produksi selanjutnya yang akan diprioritaskan untuk Jabar dan nasional. Bio Farma berkomitmen penuh untuk memenuhi kebutuhan alat tes RT PCR COVID-19 secara nasional.

”Bio Farma sendiri sudah menyiapkan lagi produksi batch yang lain, itu yang mungkin nanti bisa dikomunikasikan, diprioritaskan untuk Jabar sekian puluh ribu, kalau masih kurang bisa kita produksi lagi untuk bacth-batch berikutnya”.

“Insyaallah nanti, seperti yang disampaikan Pak Gubernur, secara teritorial Jabar harus diprioritaskan karena Bio Farma ada di Jabar, dan itu sudah di sampaikan komitmennya dari direksi kami,” tambahnya. *JULI*

Show More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *