Tetiba Muncul Bansos Indag, Kades Rancamulya Bingung dari 54 KK Penerima 11 Meninggal

SUMEDANG.ONLINE – Pejabat Kepala Desa Rancamulya, H. Kohar Ahmad, mengaku terkejut karena tiba-tiba warganya medapat informasi ada bantuan sosial dari Provinsi melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat.

Pihak desa mengaku heran pasalnya mereka tak pernah mengusulkan bantuan dimaksud. Bahkan berdasarkan daftar penerima yang terlampir, dari 54 kepala keluarga yang masuk dalam Daftar Nama yang komplet mencantumkan nama, alamat, nomor kartu keluarga, NIK, dan kode lainnya itu. Terdapat 11 orang sudah meninggal dan dua orang pindah alamat.

”Berkaitaan bantuan Provinsi yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Data yang kami terima sampai saat ini sebenarnya belum diterima. Baru dapat juga, data yang ada di Desa Rancamulya itu dari warga Rancamulya. Bahwa Desa Rancamulya mendapatkan jatah Bansos Provinsi melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian sebanyak 54 keluarga dengan by name by addres jelas. Cuman dari 54 KK itu ternyata sudah meninggal kurang lebih 11 orang, bahkan ada yang pindah sebanyak dua kepala keluarga,” ujar H. Kohar pada SUMEDANG ONLINE. Selasa, 21 April 2020.

Jika bantuan itu memang benar adanya, dia pun mengkhawatirkan hal itu akan menimbulkan kecemburuan sosial bagi warga lainnya. Pasalnya, tidak menutup kemungkinan dari warga yang terdata dalam list itu juga telah mereka usulkan untuk mendapatkan Bantuan Provinsi yang sekarang masih dalam proses.

“Tentunya juga hal ini akan mengakibatkan yang paling pertama adalah kecemburuan. Karena data ini tiba-tiba datang, muncul, tanpa bukan hasil usulan dari RT RW atau Kepala Desa. Tiba-tiba datang nama-nama ini akan mendapatkan Bansos Provinsi melalui Kantor Pos sebanyak 54 KK. Untuk itu dalam kesempatan ini.”

”Kami mohon kepada panitia atau petugas pelaksana penyaluran, minimal ada koordinasi. Tidak dengan RT, minimal dengan kepala desa biar nanti bagi penerima itu tidak tumpang tindih. Soalnya saya takutkan, nama-nama yang akan mendapatkan bantuan 54 KK ini. Dia juga diusulkan untuk Banprov Provinsi yang sekarang dalam proses. Artinya ketika ini mendapatkan bantuan dari Indag, nanti dari provinsi dapat lagi. Kan jadi cemburu sosial, tentunya juga itu kerawanan dari desa, sekarang kami sedang memverifikasi langsung takut penerima manfaat ini double dari Indag maupun Provinsi Jawa Barat,” pungkas dia.

Hingga berita ini diturunkan SUMEDANG ONLINE belum mendapatkan konfirmasi dari Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Sumedang berkaitan dengan kebenaran surat tersebut. *IWAN RAHMAT*

Baca Juga

ARTIKEL & OPINI PUBLIK