Pemerintah Kabupaten Sumedang melalui Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 pada Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang melakukan penjemputan dua warga Sumedang yang baru pulang dari Luar Negeri di Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Barat. Sabtu, 10 Mei 2020.

 Pemerintah Kabupaten Sumedang melalui Satuan
Pemerintah Kabupaten Sumedang melalui : Pemerintah Kabupaten Sumedang melalui Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 pada Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang melakukan penjemputan dua warga Sumedang yang baru pulang dari Luar Negeri di Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Barat. Sabtu, 10 Mei 2020.

Satgas Covid-19 Jemput Dua Warga Sumedang dari Luar Negeri

KESEHATAN Pilihan Redaksi

SUMEDANG – Pemerintah Kabupaten Sumedang melalui Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 pada Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang melakukan penjemputan dua warga Sumedang yang baru pulang dari Luar Negeri di Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Barat. Sabtu, 9 Mei 2020.

Menurut Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkes pada Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang, Ekki Riswandyah, dua orang yang dijemput itu yakni seorang TKI dari Desa Cinanjung Margajaya Tanjungsari dan seorang Mahasiswa King Abdul Aziz dari Desa Mekarsari Kecamatan Sukasari. Keduanya sebelum dijemput, telah melalui proses karantina di BPSDM Provinsi Jawa Barat.

”Mereka sudah di rapid dan sudah diswab pertama hasilnya negatif. Karena di BPSDM penuh dijemput, sudah kita antar pulang ke rumah masing-masing,” ujar Ekki pada SUMEDANG ONLINE. Sabtu, 9 Mei 2020.

Meski demikian sebut Ekki, pada kedua orang itu diminta untuk tetap melakukan isolasi mandiri hingga ada proses swab ke-dua, yang dijadwalkan pada 13 Mei 2020 mendatang.

“Kalau Swab ke-dua hasilnya negatif berarti sudah aman. Selama belum ada hasil swab kedua harus diisolasi di kamar masing-masing. Itu juga sudah dibilangin jangan dulu kontak sama istri, sama ibu dan lain-lain. Kalau nggak sanggup isolasi mandiri di bawa ke Wisma Islamic. Tapi karena mereka siap, jadi mereka di rumah masing-masing,” tandasnya.

Pihaknya juga melakukan pengecekan langsung apakah ada kamar yang terpisah, dan setelah dicek memang di masing-masing rumah tinggal mereka ada kamar yang terpisah. “Jadi sudah diarahkan untuk isolasi mandiri, kalau ngga bisa dijemput ke Islamic,” pungkas dia. *IWAN RAHMAT*

Tinggalkan Balasan