Sejumlah ibu rumah tangga di RT 003/004 Dusun Cigobang, Desa Cikondang, Kecamatan Ganeas mengaku kebingungan pasca suaminya pulang merantau. Alasannya kini para suami mereka tak bisa berangkat ke tempat mereka bekerja, karena alasan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

 Sejumlah ibu rumah tangga di
Sejumlah ibu rumah tangga : Sejumlah ibu rumah tangga di RT 003/004 Dusun Cigobang, Desa Cikondang, Kecamatan Ganeas mengaku kebingungan pasca suaminya pulang merantau. Alasannya kini para suami mereka tak bisa berangkat ke tempat mereka bekerja, karena alasan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Suami Pulang Merantau Malah Bingung Balik, IRT di Cigobang Berharap Kehidupan Kembali Normal

Pilihan Redaksi SUMEDANG

SUMEDANG – Sejumlah ibu rumah tangga di RT 003/004 Dusun Cigobang, Desa Cikondang, Kecamatan Ganeas mengaku kebingungan pasca suaminya pulang merantau. Alasannya kini para suami mereka tak bisa berangkat ke tempat mereka bekerja, karena alasan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

“Banyak para suami di sini yang hampir semuanya merantau. Ada yang merantau di Lubuk Linggau, Riau, Jambi, sebagian besar bekerja di rantau,” ujar Sopiah.

Hal sama disampaikan Eem, yang mengaku suaminya bekerja di pabrik tahu di Surabaya. Rencananya suaminya yang sudah tiga bulan berada di Kampung Halaman akan kembali ke tempat kerjanya namun mendapatkan informasi jika mereka harus mengurus berbagai persyaratan agar dapat lolos dari pemeriksaan.

Mangkaning ayeuna ge bade angkat ge, tong waka angkat da sesah diperjalanna, nya rek kumaha. Pan barangtuang mah kedah. Tos ampir tilu sasih,” ujar Eem.

Saat ini para suami mereka untuk mengisi kekosongan memilih untuk bertani, itu pun jika ada yang menyuruh. Jika tidak, para suami mereka pun menganggur. “Mangkaning gaduh murangkalih sakola biayaaneun,” imbuh Sopiah lagi,

Mereka berharap wabah pandemi Coronavirus Disease segera menghilang, agar kehidupan mereka kembali normal. Karena jika terus mengandalkan bantuan dari pemerintah mereka pun mengaku tak mungkin terus berpangku tangan. “Pami dipasihan wae ku nagara oge, karunya deuih. Mending ge panyawat geura teu aya, usaha sing lancar deui kumaha we jalanna,” pungkas dia. *IWAN RAHMAT*

Tinggalkan Balasan