42 Hari Berpisah dengan Suami karena Covid, Reni Semringah Dapat Kembali Berkumpul

SUMEDANG — Tak terbayang bagaimana gembiranya Reni Nurhayati, warga asal Hariang, Kecamatan Buahdua. Dia terlihat tak kuasa menahan isak tangis saat melakukan penjemputan suaminya yang diisolasi di RSUD Sumedang selama 42 hari lantara terindikasi Covid-19.

“Saya terharu akhirnya bisa dipertemukan kembali dengan suami. Kami berpisah selama 42 hari,” ujar Reni, yang sesekali mengusap air matanya dengan handuk kecil.

Kabar gembira itu sebelumnya sepat dikabarkan pihak desa. Sehingga sejak pagi tadi dirinya telah bersiap diri untuk menjemput suaminya, Maman Suparman yang merupakan pasien nomor 08. Diakui dirinya suaminya terpapar Covid-19 setelah pulang dari Jakarta.

“Suami saya berjualan mi ayam di Jakarta, setiba di Hariang dilakukan rapid test di desa. Hasilnya dia dinyatakan reaktif rapid. Kemudian setelah dilakukan cek SWAB dan dinyatakan positif Covid-19,” jelasnya.

Dengan prosedur penanganan, Maman akhirnya dijemput oleh tim medis ke RSUD Sumedang. “Dari situ saya tak lagi bertemu dengan suami,” ucap Reni.

Meski mengaku selama 42 hari dirinya tak bisa bertatap muka langsung, namun dia masih bersyukur masih bisa melihat langsung suaminya via panggilan video. Selama kontak melalui panggilan video itu, Reni kerap menyemangati sang suami agar bisa kuat dan tetap semangat melawan virus Corona.

“Saya pernah datang sekali ke rumah sakit membawa makanan untuk dia (suami) tapi tidak bisa berkomunikasi hanya bertatap muka lewat jendela,” katanya.

Kini Reni yang datang ke RSUD dengan anak semata wayangnya sangat bahagia, setelah bisa menjemput suami dari RSUD untuk pulang ke rumahnya. Reni mengaku sepulang dari rumah sakit, ia dan suaminya akan mengadakan syukuran keluarga. “Saya sudah tak khawatir lagi, saya senang. Mudah-mudahan suami sehat selamanya dan bisa kembali bekerja,” ujarnya.

Meski telah dinyatakan boleh pulang, namun bukan berarti suaminya bebas. Dia tetap disarankan untuk melakukan karantina mandiri di rumahnya selama 14 hari.

Menurut keterangan resmi Pemerintah Kabupaten Sumedang, saat ini tinggal 4 orang lagi yang menjalani penyembuhan dan dikarantina. Dua orang dikarantina di RSUD Sumedang dan 2 orang di Kahateks. “Mereka dalam kondisi baik dan tinggal menunggu hasil laboraturium. Semoga hasilnya negatif dinyatakan sembuh, bebas Covid. Terimakasih untuk para dokter, perawat dan tenaga kesehatan yang berjuang merawat, mengobati dan memberikan semangat kepada pasien sehingga bisa sembuh dan berkumpul dengan keluarganya lagi,” ujar Bupati Sumedang, H Dony Ahmad Munir.

Untuk mencegah penyebaran virus korona, kita harus menjalankan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) jangan lupa memakai masker saat beraktivitas di luar rumah, jaga jarak, hindari kerumunan dan selalu cuci tangan memakai sabun. *RLS*

Tampilkan Selanjutnya

Tinggalkan Balasan