860 Calon Jamaah Haji Asal Sumedang Bakal Gagal Berangkat

SUMEDANG – Kementerian Agama memutuskan membatalkan keberangkatan calon jamaah haji 1441 H / 2020 M. Keputusan itu berimbas pada 860 calon jamaah haji asal Sumedang yang dipastikan bakal gagal berangkat pada tahun ini.

”Pada tahun 2020 ini kuota Haji untuk Kabupaten Sumedang sebanyak 860 orang. Namun, karena adanya keputusan itu, calon jemaah haji asal Sumedang juga otomatis akan batal berangkat tahun ini,” ujar H. Hasan Bisri selaku Kepala Bagian Humas pada Kantor Kemenag Kabupaten Sumedang H Hasan Bisri pada wartawan. Selasa 2 Juni 2020.

Dikatakan dia, Kementerian Agama RI sudah memutuskan untuk menghentikan keberangkatan Haji untuk tahun 2020. Dengan demikian, maka jadwal keberangkatan para calon jemaah haji ini terpaksa harus ditunda sampai tahun 2021.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah pada Kemenag RI, Nizar mengatakan keputusan pembatalan pemberangkatan calon jamaah haji ini diambil antara lain karena hingga saat ini Saudi belum membuka akses layanan Penyelenggaraan Ibadah Haji 1441 H / 2020 M.

“Pemerintah Arab Saudi sampai saat ini belum memberikan kepastian kapan akan dibukanya akses layanan penyelenggaraan haji 1441H/2020M, tidak hanya bagi Indonesia, tapi juga bagi negara-negara pengirim jemaah haji lainnya,” terang Nizar di Jakarta. Selasa, 2 Juni 2020.

Nizar mengatakan, pihaknya memahami jika Arab Saudi hingga kini belum membuka akses tersebut. Pasalnya, hingga saat ini Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) juga masih menjadi pandemi. Sebagaimana di Indonesia, hal itu juga berpengaruh pada proses persiapan penyelenggaraan haji yang mereka lakukan. Apalagi, Covid-19 juga dapat mengancam keselamatan jemaah. Sementara agama mengajarkan, menjaga jiwa adalah kewajiban yang harus diutamakan.

“Pandemi Covid-19 tentu juga menjadi pertimbangan, baik Saudi maupun Indonesia, karena itu terkait kesehatan jemaah,” ujarnya.

Dibuka atau tidaknya akses layanan penyelenggaraan dari Arab Saudi sangat penting dan akan berpengaruh pada persiapan yang dilakukan negara pengirim jemaah, termasuk Indonesia. Tentu persiapan itu membutuhkan waktu. “Sampai saat ini belum ada kepastian sehingga sudah tidak ada waktu lagi untuk melakukan persiapan,” tandasnya. FITRI

Baca Juga

ARTIKEL & OPINI PUBLIK