Absensi Digital Bermasalah, Diskominfosantik Sumedang: Permasalahan Bukan di Server

SUMEDANG — Kepala Dinas Komunikasi Informasi Persandian dan Statistik (Diskominfosantik), Iwa Kuswaeri menampik jika salahsatu penyebab absensi digital error karena overload server. Hal itu menanggapi pernyataan Kasubag Kepegawaian dan Kearsipan pada Setda Kabupaten Sumedang, Nandar Kusnandar, yang menyebutkan hampir 90 persen absen digital pada 2 Juni 2020 mengalami error, dan untuk backupnya mereka menggunakan absensi manual.

“Kominfo itu hanya menyediakan jaringan dan server untuk aplikasinya bukan oleh kita, tapi pihak ketiga. Sampai saat ini kita tidak tahu source code nya. Nah untuk server dan jaringan itu tidak ada masalah. Jadi bukan dari overload server, kalau server sudah selesai, sudah beres,” jelas Iwa saat dikonfirmasi SUMEDANG ONLINE, Rabu, 3 Juni 2020.6.3

Termasuk sebut dia, berkait dengan angka 90 persen SKPD mengalami error pihaknya tak mengetahui, lantaran source code nya berada di pihak ke-tiga. “Kita juga ngga tahu, katanya 90 persen ngga bisa akses absensi. Kalau kita tahu aplikasinya, kita tahu. Berapa yang masuk, berapa yang tidak, atau yang belum. Tapi karena kita hanya (menyediakan) jaringan dan server, jadi kita tidak bisa masuk ke aplikasi,” imbuhnya.

Meski demikian diakui Iwa, atas kejadian absensi digital yang mengalami error banyak SKPD yang komplen ke pihaknya. “Seolah-olah bahwa itu masalah kominfo. Kalau aplikasinya dari kita, kita bisa mengecek, jam segini berapa yang masuk, siapa yang belum,” ungkapnya.

Disinggung apakah pihak Kominfo pernah meminta source code dari aplikasi dimaksud. Secara diplomatis menurut Iwa, seharusnya pihak pengembang memberikan hal itu pada pemerintah. *IGUN GUNAWAN*

Baca Juga

ARTIKEL & OPINI PUBLIK