Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir meninjau langsung perajin face shield di Dusun/Desa Rancamulya, Kecamatan Sumedang Utara. Usaha Mikro Kecil Menangah (UMKM) yang dikelola Nina Ariani itu telah berhasil beradaptasi dengan kondisi pandemi Covid dan berhasil membaca dan menangkap peluang. Sehingga pemasaran produk Face shield nya mampu menembus pasar luar daerah.

 iwan rahmat/sumedangonline
tinjau umkm : Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir meninjau langsung perajin face shield di Dusun/Desa Rancamulya, Kecamatan Sumedang Utara. Usaha Mikro Kecil Menangah (UMKM) yang dikelola Nina Ariani itu telah berhasil beradaptasi dengan kondisi pandemi Covid dan berhasil membaca dan menangkap peluang. Sehingga pemasaran produk Face shield nya mampu menembus pasar luar daerah.

Face Shield Ariani Produksi Sumedang Mampu Tembus Pasar Solo

BISNIS Pilihan Redaksi

SUMEDANG, SO — Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir meninjau langsung perajin face shield di Dusun/Desa Rancamulya, Kecamatan Sumedang Utara. Usaha Mikro Kecil Menangah (UMKM) yang  dikelola Nina Ariani itu telah berhasil beradaptasi dengan kondisi pandemi Covid dan berhasil membaca dan menangkap peluang. Sehingga pemasaran produk Face shield nya mampu menembus pasar luar daerah.

“Ini satu UMKM yang berhasil bisa beradaptasi dengan kondisi pandemi ini. Bisa membaca dan menangkap peluang kebutuhan di era pandemi ini. Alhamdulillah di sini dengan jumlah 17 orang dipasarkan ke berbagai daerah. Pemda sangat mendukung, akan kami support untuk maju dan lebih berkembang karena dapat menangkap peluang, dan kekuatan terbaru ini UMKM. Untuk itulah kita akan terus support yang bisa beradaptasi diera pandemi bisa membaca dan menangkap peluang,” ujar Dony Ahmad Munir saat meninjau langsung. Selasa, 30 Juni 2020.

Perancang kerajinan face shield, Aldy Munawar menyebutkan awal mula dirinya melihat peluang itu dari internet. Dia melihat untuk pengaman diri di industri kebanyakan menggunakan face shield. Pertamanya dia, ingin memproduksi itu di Bandung, untuk keperluan Rumah Sakit di Bandung.

“Ternyata pas saya pulang ke Sumedang, ternyata di Sumedang juga banyak peminatnya,” ungkap Aldy.

Imbas adanya keranjinan face shield tersebut 17 orang warga yang ada di Dusun Rancamulya terkena imbas. Mereka turut serta diberdayakan untuk memproduksi, karena pesanan yang datang dari berbagai daerah.

“Mereka kebanyakan yang pada di rumahkan,” ujarnya.

Untuk pemasarannya sendiri, dikatakan dia, lebih banyak memanfaatkan reseller. “Saat ini memang baru offline tapi minggu depan sudah ada rencana mau online. Pemasarannya sudah pernah ada pemesanan dari Solo, SMK 1 Magetan sebanyak seribu, Purwakarta empat ribu, Tanah Abang dan Bandung juga,” ungkap dia yang menyebutkan dalam sehari mampu memproduksi 1.500 face shield. ***

Tinggalkan Balasan