Kampus SMA Negeri 3 Sumedang. PPDB Tahun 2020 SMA Negeri 3 Sumedang membagi dalam dua gelombang.

 iwan rahmat/sumedangonline
PPDB 2020 : Kampus SMA Negeri 3 Sumedang. PPDB Tahun 2020 SMA Negeri 3 Sumedang membagi dalam dua gelombang.

Ini Penjelasan PPDB di SMAN 3 Sumedang

PENDIDIKAN

SUMEDANG, SO — Wakil Kepala Sekolah Bidang Kehumasan SMA Negeri 3 Sumedang, H. Kusman Rukmana menyebutkan pihaknya sejak tiga bulan lalu telah melakukan koordinasi dengan pihak Kantor Cabang Dinas (KCD 8) dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat berkaitan dengan petunjuk pelaksanaan dan teknis penerimaan peserta didik baru (PPD) di SMA Negeri.

“Pada saat itu Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Baratnya masih Bu Dewi. Selanjutnya, kemudian ada Pergub tentang PPDB yang ditandatangani oleh Pak Ridwan Kamil langsung. Darisana kemudian, muncul Juklak dan Juknis tentang PPDB,” ujar Kusman.

Dikatakan dia, munculnya Juklak dan Juknis tersebut awalnya memang belum dianggap sempurna karena memang belum bisa mengakomodir semua persoalan yang ada di Jawa barat. Kemudian pihak dinas mencoba mengundang para stakeholder. Mulai dari SLB, SMA, SMK untuk penyempurnaan tentang itu.

“Selanjutnya munculah Corona atau pandemi Covid sejak tiga bulan lalu. Nah, Juklak juknis pun berubah. Singkat cerita munculah Juklak Juknis yang kemudian dipakai rujukan semua sekolah untuk dijadikan acuan dalam PPDB tahun ini,” jelas dia.

Salahsatu perbedaan PPDB tahun ini dengan sebelumnya dikatakan Kusman, untuk PPDB tahun 2020 dibagi dalam dua tahap.

“Tahap pertama itu mulai tanggal 8 – 12 Juni, yang meliputi: Satu, jalur afirmasi. Afirmasi itu meliputi, siswa miskin yang harus dibuktikan dengan SKTM, dengan KIP, dengan KIS, dengan PKH. Kemudian dengan kartu-kartu lainnya,” imbuhnya.

Dalam Juklak tersebut diatur kuota untuk jalur Afirmasi itu sekitar 20 persen. Lanjut dia, selanjutnya ada jalur anak berkebutuhan khusus (ABK), tetapi bukan anak yang tuna. “Kalau anak-anak tuna itu masuknya ke LSB. Ini mah secara psikologis anaknya harus mendapat perhatian yang lebih dari gurunya. Masuk Kategori ABK, siapa yang punya ukuran bahwa anak itu ABK. Biasanya kita melibatkan KPAI. Dan itu kuotanya cuman empat orang dari total keseluruhan yang diterima.”

Selain itu, ada jalur Perpindahan Orangtua. Diperuntukkan bagi orangtua yang pindah kerja dari luar Sumedang dan membawa anaknya, maka pihaknya menyediakan kuota sejumlah 5 orang. Jalur selanjutnya, Anak Guru dan GTK, untuk SMAN 3 jumlah kuotanya sebanyak 13 orang.

“Itu bukan hanya untuk guru di SMAN 3 saja, tapi semua guru mulai dari guru TK, PAUD, SMP, SMA, SMK itu berhak,” jelasnya.

Selanjutnya ada jalur Prestasi, ada prestasi akademik dan non-akademik. Jika akademik ukurannya dari rapor. “Baru tahun ini ada rapor, kalau kemarin prestasi akademiknya oleh NEM yang merupakan hasil ujian Nasional. Cuman kan tah ini tidak ada Ujian Nasional, makanya yang dipakai bukan NEM tapi nilai rapor. Dengan kuotanya sejumlah 41 orang.”

“Selanjutnya ada prestasi non-akademik, yang meliputi prestasi olahraga, seni, keagamaan. Dan itu harus dibuktikan dengan piagam, minimal tingkat kabupaten. Total kuotanya sebanyak 47 orang”.

Selain itu, ada jalur dari jalur tenaga Covid-19. Tak hanya dari kalangan medis, tapi berbagai pihak yang terlibat dalam Satuan Gugus Tugas Covid-19, kuotanya sebanyak 7 orang.

“Itu untuk tahap I kemarin, sejumlah 50 persen. Kalau misalnya kita menerima 360 untuk keseluruhan kelas X, maka tahap I itu kita hanya menerima 180 orang dengan jalur-jalur tadi. Itu semuanya dilakukan secara online. Baik dilakukan perorangan oleh masing-masing orangtua siswa, maupun oleh sekolahnya.”

“Segala macam persyaratan semuanya diupload di website dengan cara anak mempunyai username dan pasword. Tinggal login, nanti muncul identitas, tinggal diisi pertanyaan yang disampaikan oleh isi website itu. Pihak SMA itu hanya menerima saja, dan kemudian kita tanggal 15, 16 Juni, kita melakukan verifikasi faktual. Benar tidak anak itu punya KIP, KIS, kita ke lapangan. Misalkan daftar lewat jalur SKTM, lihat rumahnya, lihat orangtuanya dan sebagai-sebaginya. Jika benar kita terima, kalau bohong menurut panitia verifikasi, kita coret,” pungkas dia. ***

Tinggalkan Balasan