Kampus SMA Negeri 3 Sumedang. PPDB Tahun 2020 SMA Negeri 3 Sumedang membagi dalam dua gelombang.

 iwan rahmat/sumedangonline
PPDB 2020 : Kampus SMA Negeri 3 Sumedang. PPDB Tahun 2020 SMA Negeri 3 Sumedang membagi dalam dua gelombang.

PPDB 2020, Ini Alasan Kenapa Nilai Rapor Prestasi Tidak Muncul

PENDIDIKAN

SUMEDANG, SO — Sejumlah orangtua murid sempat mempertanyakan kenapa score nilai prestasi di Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk SMA Negeri 3 Sumedang nilainya 0. Sementara sejumlah sekolah lainnya memunculkan nilai prestasi tersebut.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kehumasan SMA Negeri 3 Sumedang, H. Kusman Rukmana menyebutkan score nol memang terdapat pada nilai rapor dan itu sebutnya, boleh dimunculkan boleh tidak.

“Karena ini kan bicara sistem, kalau sistem kan tanda kutif. Kalau kita tidak mengisi anu dia tidak nggak mau, dan tidak bisa mengikuti langkah berikutnya. Kalau score (rapor) itu bisa dimasukan bisa tidak tergantung mungkin panitianya,” jelas Kusman.

Dia juga menyebutkan nilai rapor baru ada pada PPDB 2020, karena sebelumnya prestasi akademik berdasarkan hasil Ujian Nasional.

“Baru tahun ini ada rapor, kalau kemarin prestasi akademiknya oleh NEM yang merupakan hasil ujian Nasional. Cuman kan tah ini tidak ada Ujian Nasional, makanya yang dipakai bukan NEM tapi nilai rapor. Dengan kuotanya sejumlah 41 orang,” imbuhnya.

Jalur lainnya yang bisa ditempuh yakni melalui jalur prestasi non-akademik meliputi prestasi olahraga, seni, keagamaan dan lainnya. Untuk jalur ini siswa dapat membuktikan berprestasi dengan menunjukkan piagam penghargaan, minimal untuk tingkat kabupaten. Untuk SMAN 3 Sumedang, kuotanya sebanyak 47 orang.

Di tengah pandemi Corona pun, PPDB memasukkan jalur khusus untuk mereka yang bekerja sebagai Satuan Gugus Tugas Covid-19. Kuota untuk jalur ini sebanyak 7 orang.

Sebelumnya juga pihaknya telah melaksanakan penerimaan untuk jalur afirmasi meliputi siswa miskin yang harus dibuktikan dengan SKTM, KIP, KIS, dan PKH. Dalam Juklaknya diatur kuota untuk jalur afirmasi sekitar 20 persen.

Selanjutnya ada jalur anak berkebutuhan khusus (ABK), tetapi bukan anak yang tuna. “Kalau anak-anak tuna itu masuknya ke LSB. Ini mah secara psikologis anaknya harus mendapat perhatian yang lebih dari gurunya. Masuk Kategori ABK, siapa yang punya ukuran bahwa anak itu ABK. Biasanya kita melibatkan KPAI. Dan itu kuotanya cuman empat orang dari total keseluruhan yang diterima.”

Selain itu, ada jalur Perpindahan Orangtua. Diperuntukkan bagi orangtua yang pindah kerja dari luar Sumedang dan membawa anaknya, maka pihaknya menyediakan kuota sejumlah 5 orang. Jalur selanjutnya, Anak Guru dan GTK, untuk SMAN 3 jumlah kuotanya sebanyak 13 orang.

“Itu bukan hanya untuk guru di SMAN 3 saja, tapi semua guru mulai dari guru TK, PAUD, SMP, SMA, SMK itu berhak,” jelasnya.

Jalur lainnya yakni melalui Zonasi yang akan dimulai pada 25 Juni 2020 sampai dengan 1 Juli 2020. Jalur ini diperuntukkan berdasarkan lokasi keberadaan siswa. “Tidak melihat nilai atau prestasi, pokoknya kalau paling dekat dengan SMAN 3 Sumedang dapat masuk, itu jalur zonasi,” ungkapnya.

Dikatakan dia, untuk tahap I jumlah kuota sebanyak 50 persen. Dia menyontohkan jika SMAN 3 Sumedang menerima 360 untuk keseluruhan kelas X, maka tahap I pihaknya hanya menerima 180 orang dengan jalur-jalur tadi.

“Itu semuanya dilakukan secara online. Baik dilakukan perorangan oleh masing-masing orangtua siswa, maupun oleh sekolahnya. Segala macam persyaratan semuanya diupload di website dengan cara anak mempunyai username dan pasword. Tinggal login, nanti muncul identitas, tinggal diisi pertanyaan yang disampaikan oleh isi website itu. Pihak SMA itu hanya menerima saja, dan kemudian kita tanggal 15, 16 Juni, kita melakukan verifikasi faktual. Benar tidak anak itu punya KIP, KIS, kita ke lapangan. Misalkan daftar lewat jalur SKTM, lihat rumahnya, lihat orangtuanya dan sebagai-sebaginya. Jika benar kita terima, kalau bohong menurut panitia verifikasi, kita coret,” pungkas dia. ***

Tinggalkan Balasan