Setelah Tanjungsari, Bupati Sumedang: Pedagang dan Petugas Pasar Rakyat Lainnya akan Diswab

SUMEDANG — Sebanyak 50 orang di pasar Rakyat Tanjungsari yang terdiri dari pedagang dan petugas pasar di swab tes. Senin, 15 Juni 2020.

“Swab dilakukan terhadap pedagang dan petugas pasar sebanyak 50 orang. Pedagang dan petugas pasar termasuk orang yang memiliki risiko terhadap penularan Covid mengingat di pasar interaksi manusia cukup tinggi. Swab tes juga akan dilakukan di pasar rakyat yang lainnya,” ujar Dony Ahmad Munir, Bupati Sumedang.

Selain pasar Tanjungsari, Petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang juga melakukan rapidtes di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumedang. Hal itu dilakukan, setelah sebelumnya ada karyawan BPN yang positif Covid-19 dan sudah menjalani karantina.

“Pemeriksaan rapid tes dilakukan terhadap 50 orang di BPN dengan hasil non-reaktif semuanya,” imbuhnya.

Sementara itu di RSUD Sumedang dilakukan pemeriksaan swab tes untuk 26 tenaga kesehatan dan administrasi yang bertugas di poli bedah dan THT rawat jalan. Tes swab di lokasi ini dilakukan lantaran ada pasien 13 yang berobat minggu lalu hasil swabnya positif.

“Sebelumnya pasien yang berobat ke poli rawat jalan ini tidak mengaku sebagai pemudik dari Jakarta. Hasil pemeriksaan ternyata positif dan dilakukan swab tes positif,” ungkapnya.

Pasien asal Darmaraja langsung dikarantina di RSUD dan tenaga kesehatan serta administrasi yang kontak langsung dengan pasien langsung isolasi mandiri dan dilakukan swab tes. Untuk sementara poli THT diliburkan satu minggu, sedangkan poli bedah, minggu ini hanya buka pada hari Selasa dan Kamis. Itu pun baru sementara, tergantung nanti setelah hasil swab keluar. Keluarga pasien di Darmaraja juga dilakukan swab tes sebanyak 13 orang.

“Saat Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) ini masyarakat harus selalu menjalankan protokol kesehatan, memakai masker, jaga jarak, hindari kerumunan, cuci tangan dengan sabun/hand sanitizer serta pola hidup bersih dan sehat. Pemerintah juga melakukan pemeriksaan secara masif rapid dan swab tes. Langkah ini dilakukan supaya warga produktif, protokol kesehatan efektif dan aman dari Covid,” tandasnya.

Sementara itu Kasubag TU pada Kantor BPN Sumedang, Adang H menyebutkan rapidtes dilakukan terhadap 50 orang pegawai BPN yang dianggap pernah kontak dengan pasien yang positif swab

“Yang bersangkutan diketahui positif Corona pada tanggal 9 Juni lalu. Setelah menjalani Swab tes, empat hari sebelumnya di Kota Depok, Jawa Barat, tempat tinggal dia selama ini,” ujarnya.

Meski demikian sebut dia yang bersangkutan saat ini diisolasi di Rumah Sakit Citra Medika Depok karena memang terpaparnya di Depok.

Menurutnya, yang bersangkutan terakhir masuk kerja pada tanggal 26 Mei (hari pertama masuk kerja) sesuai dengan perintah dari Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB). Tanggal 27 Mei dia sudah tidak masuk kerja lagi, lantaran harus mengurus sang istri, yang sakit jantung.

“Sampai sekarang tidak pernah masuk kerja lagi,” tuturnya.

Yang bersangkutan, kata Adang, selama ini tinggal di Kecamatan Pamulihan, di tempat orang tuanya. Sedangkan pulang ke Depok setiap seminggu atau dua minggu sekali. “Tergantung bagai mana ada kepentingan saja,” katanya. IWAN RAHMAT

Baca Juga

ARTIKEL & OPINI PUBLIK