SMPN 2 Sumedang Lakukan Persiapan Hadapi Adaptasi Kebiasaan Baru

SUMEDANG — Kepala SMP Negeri 2 Sumedang, Mulyawan, memastikan sekolahnya telah melakukan persiapan dalam menghadapi dimulainya pembalajaran di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) atau new normal. Salahsatu yang sudah disiapkan yakni berkaitan dengan protokol kesehatan seperti, tempat cuci tangan, thermo gun dan sosialisasi penggunaan masker.

“SMPN 2 Sumedang sudah siap untuk menghadapi new normal dalam arti ketika pembelajaran dimulai lagi segala sesuatu yang diminta atau dianjurkan oleh Dinas Pendidikan dalam kelengkapan sekolah dalam menghadapi pembelajaran di masa pandemi ini sudah disiapkan. Seperti tempat cuci tangan, thermo gun, sosialisasi mengenai penggunaan masker. Intinya, yang perlu diperlukan oleh para siswa dan rekan-rekan guru sudah disiapkan seperti tempat cuci tangan wastafel itu sudah ada di beberapa titik hampir di tiap kelas,” jelas Mulyawan pada SUMEDANG ONLINE. Selasa, 2 Juni 2020.

Bahkan ada satu tempat untuk mencuci tangan dengan menggunakan torn besar disiapkan di halaman depan sekolah. Kesiapan sekolah tersebut, lanjutnya sebagai upaya untuk turut serta mencegah penyebaran Coronavirus Disease 2019.

Disinggung anggaran untuk keperluan tersebut, dikatakan Mulyawan, dasar hukumnya ada Surat Edaran dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dimana dalam klausulnya dana BOS bisa digunakan untuk digunakan selama Pandemi Covid-19.

“Jadi ada aturan tambahan dimasa pandemi ini yang memungkinkan dana bos bisa digunakan penyediaan alat-alat pencegahan pandemi ini. Jadi, tidak darimana-mana, tapi dari dana bos,” jelasnya.

Ditanya selama proses belajar dari rumah yang selama ini berlangsung, dikatakan Mulyawan, disekolahnya meski tidak banyak ada yang belum memiliki android atau sulit dihubungi secara daring. “Upaya yang kita lakukan pertama melalui rekan terdekatnya yang punya hp. Dan alhamdulillah dengan cara itu bisa dihubungi dengan mengaitkan dengan rekan terdekatnya, yang bisa dihubungi. Kalau pun itu tidak bisa, tapi ini belum kejadian. Artinya, kalau seandainya tidak bisa dihubungi akan dijemput bola. Intinya selama pembelajaran di rumah untuk SMPN 2 Sumedang lancar,” pungkasnya. *IWAN RAHMAT*

Baca Juga

ARTIKEL & OPINI PUBLIK