Deden Yayan Rusyanto selaku Wakil Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sumedang saat memberikan keterangan pers pada SUMEDANGONLINE. Kamis, 16 Juli 2020.

 iwan rahmat/sumedangonline
Beri Keterangan : Deden Yayan Rusyanto selaku Wakil Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sumedang saat memberikan keterangan pers pada SUMEDANGONLINE. Kamis, 16 Juli 2020.

Berbekal Pengalaman, Deden Siap Nyalon Jadi Ketua DPD Golkar Sumedang

Pilihan Redaksi Politik

SUMEDANG, SO — Politisi Partai Golkar Kabupaten Sumedang yang sudah menjadi kader partai berlambang pohon beringin sejak 1982. H. Deden Yayan Rusyanto, mengaku dirinya siap mencalonkan diri sebagai Ketua DPD Golkar Kabupaten Sumedang pada Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sumedang, Agustus mendatang.

Insyaallah kita siap karena saya lama lah di Golkar, mengetahui semuanya. Kalau boleh disebutkan dari tahun 1982 berkiprah di Golkar. Waktu saya jadi pengusaha juga jadi kader diakui sebagai pengusaha dari Golkar,” ujar Deden Yayan.

Tak hanya itu dalam mengurus organisasi di sayap partai Golkar dirinya pun sudah terbilang mumpuni. Deden pernah menjadi Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) , Pemuda Panca Marga, hingga saat ini dipercaya sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Sumedang.

“Saya juga pernah mengalami jadi ketua AMPG, saya secara basic dari Pemuda Panca Marga. Terus dipercaya jadi Ketua AMPG, dan sekarang saya dipercaya jadi ketua fraksi,” bebernya.

Karena itu dia berharap dengan seabreg pengalaman di masa lalu, akan mampu menjadi bahan pemikiran dirinya agar Golkar ke depan harus lebih baik disesuaikan dengan sistem kualifikasi.

“Saat ini masyarakat tidak perlu banyak ngomong, masyarakat perlu bukti. Akhirnya kita harus membuktikan, apa yang bisa kita sampaikan kepada masyarakat dan bisa dirasakan oleh masyarakat itu harapan saya,” imbuh dia.

Ditanya ketika nanti dirinya menjadi Ketua DPD Golkar Sumedang, banyak PR yang harus dilakukan salahsatunya berkaitan dengan bagaimana meningkatkan kepercayaan masyarakat sehingga kursi di DPRD Sumedang yang sempat mengalami anjlok kembali meningkat.

Insyaallah lah dari pengalaman-pengalaman yang tadi, saya mempunyai kiat kiat untuk Golkar ke depan menjadi lebih baik. Dari pengalaman tadi ya, karena kita tidak bisa bereuforia pada kebesaran Golkar seperti dulu. Tapi harus bisa membuktikan saat ini terhadap masyarakat, itu intinya ya,” tandasnya.

Sehingga menurutnya, pengalaman-pengamalan ke belakang harus jadi cambuk. Bagaimana Golkar pernah mengalami penurunan suara. Menurutnya, tak hanya sekedar ramai saat musda ke musda atau saat pilkada ke pilkada. “Tapi harus betul betul dapat dirasakan oleh masyarakat. Dan kita harus bisa menyatukan kembali, tidak ada istilah sempalan-sempalan. Semua kita jaring, kita konsolidasi lah. Jadi Golkar ini ke depan harus banyak konsolidasi. Banyak yang berharap ke Golkar ke depan lebih baik,” demikian H. Deden Yayan Rusyanto. ***

Tinggalkan Balasan