Camat Akui Pandemi Covid-19 Pengaruhi Realisasi Kinerja yang Diperjanjikan

  • Terbit Rabu, 8 Juli 2020 - 07:21 WIB
  • SUMEDANG
  • REPORTER: IWAN RAHMAT
  • EDITOR: Fitriyani Gunawan

SUMEDANG, SO —- Camat Tanjungkerta Beni Satriaji mengakui realisasinya kinerja masih jauh dari target kinerja yang telah diperjanjikan. Menurut dia, hal itu kemungkinan besar lantaran banyak terpengaruh dengan adanya pandemi Coronavirus Disease 2019.

“Kami akui banyak kelemahan mungkin banyak terpengaruh Pandemi Covid-19. Namun kami semua tetap semangat, karena masalah kinerja juga jangan terlupakan. Dan kami perlu optimalisasi capaian kinerja guna meningkatkan atau bisa mengimbangi Kecamatan yang sudah lebih maju,” ujar Beni Satriaji.

Karena itu sebut dia, pihaknya berkomitmen walau dalam kondisi pandemi seperti sekarang ini, akan semaksimal mungkin guna mencapai apa yang sudah diperjanjikan. Selanjutnya kata Beni, pihaknya dalam pelayanan semua pegawai selama pandemi Covid-19 tergantung situasi saja. “Karena pegawai kami relatif sedikit jadi di kecamatan tidak terjadi kerumunan,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya dalam rangka optimalisasi implementasi Akselerasi Evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang melalui tim gugus tugas percepatan SAKIP melaksanakan kegiatan Akselerasi Evaluasi SAKIP di seluruh perangkat daerah (PD).

Jum’at, 3 Juli 2020 lalu. Tim II yang dipimpin Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiawan melaksanakan monitoring atau pemantauan langsung di dua Kecamatan, yaitu kecamatan Tanjungmedar dan kecamatan Tanjungkerta.

Pada saat itu Wabup menyebutkan, berdasarkan hasil Evaluasi SAKIP 2018 di tiap kecamatan realisasinya masih jauh dari target kinerja yang telah diperjanjikan. Dirinya mengaku dapat memaklumi kondisi tersebut dan hal ini memang sudah diprediksi sejak awal.

Kaitan hal itu, Wabup mengharapkan, melalui kegiatan akselerasi evaluasi SAKIP ini dapat memberikan masukan mengenai aspek harus diprioritaskan. Ia pun mewanti wanti seluruh jajaran ASN di tiap Kecamatan, dalam mencapai target, perencanaan kinerja ditiap kecamatan lebih ditingkatkan.

“Kendala di setiap kecamatan adalah masalah perencanaan kinerja yang kurang baik. Dari bobot nilai paling tinggi rata-rata hanya diraih 40%. Saya berharap, kedepan dengan adanya akselerasi evaluasi SAKIP, perencanaan kinerja minimal 90% baru yang lainnya akan mengikuti,” jelasnya. ***

Baca Juga

ARTIKEL & OPINI PUBLIK