Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sumedang menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) tahapan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) secara serentak gelombang ketiga Tahun 2020, di GOR Desa Rancamulya, Kecamatan Sumedang Utara Kabupaten Sumedang. Rabu 15 Juli 2020.

 iwan rahmat/sumedangonline
Gelar Bimtek : Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sumedang menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) tahapan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) secara serentak gelombang ketiga Tahun 2020, di GOR Desa Rancamulya, Kecamatan Sumedang Utara Kabupaten Sumedang. Rabu 15 Juli 2020.

DPMD Sumedang Gelar Simulasi Pilkades Serentak di tengah Pandemi Covid-19

Pilihan Redaksi SUMEDANG

SUMEDANG, SO — Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumedang menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) tahapan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak gelombang ke-tiga Tahun 2020, di GOR Desa Rancamulya, Kecamatan Sumedang Utara Kabupaten Sumedang. Rabu 15 Juli 2020.

Selain Bimtek dalam kegiatan tersebut digelar simulasi Pilkades Serentak di tengah pandemi Covid-19, dihadiri para ketua panitia Pilkades se Kabupaten Sumedang.

“Hari ini kami, dalam rangka tahapan Pilkades mengundang para ketua Pilkades tingkat desa dalam rangka penajaman tentang kajian Pilkades Serentak tahapan yang tertunda. Yang sudah kita ketahui bahwa Pilkades Serentak yang semula di jadwal hari H nya itu 8 April 2020 karena situasi bencana kesehatan, Covid-19, sehingga ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan,” ujar H. Nuryadin selaku Kepala Bidang Pemerintahan Desa pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sumedang.

Karena itu sebut dia, pihaknya saat ini menggelar simulasi sesuai dengan arahan dari tingkat desa. Bahwa Pilkades Serentak bisa dilaksanakan dengan mempergunakan Protokol Kesehatan. “Sudah barangtentu hari ini. Langkah kami, sudah melaksanakan kajian dengan instansi terkait, dengan tingkat kecamatan. Hari ini dengan para ketua panitia, kita mencoba mensimulasikan kira-kira kalau Pilkades tahapan ini dilanjutkan dengan protokol kesehatan seperti apa,” ungkapnya.

Lanjut dia, pelaksanaan simulasi untuk pelaksanaan Pilkades Serentak dengan hak pilih sekitar 70 orang berjalan dengan baik dan dia berharap dari hasil kajian ini nantinya setelah dilaporkan pada pimpinannya bisa menjadi bahan pertimbangan untuk mengambil keputusan.

“Kira-kira tahapan Pilkades itu bisa dilanjutkan kapan. Mudah-mudahan kalau melihat regulasi, karena ada tambahan biaya yaitu protokol kesehatan, kita sudah menghitung. Langkah pertama menghitung biaya untuk protokol kesehatan, kemudian langkah selanjutnya kami akan mencoba pemekaran TPS. Kemudian penjadwalan hak pilih. Ini semua nanti kita akan rangkum akan membuat laporan ke pimpinan, mudah-mudahan pimpinan bisa mengambil keputusan yang terbaik untuk pelaksanaan Pilkades ini,” jelas dia.

Tinggalkan Balasan