Efektifkan Tujuh Stretegi Pembelajaran Kepala Sekolah di Sumedang Selatan Ikuti Kegiatan Pengarahan

  • Terbit Sabtu, 11 Juli 2020 - 11:37 WIB
  • PENDIDIKAN
  • REPORTER: IWAN RAHMAT
  • EDITOR: Fitriyani Gunawan

SUMEDANG, SO — Sebanyak 13 sekolah dasar yang ada di Kecamatan Sumedang Selatan Kabupaten Sumedang terdiri dari kepala sekolah dan guru mengikuti kegiatan dan pengarahan dari pengawas terkait pembelajaran di tahun pelajaran baru 2020/2021 di SD Negeri Gudang Kopi 1 dan 2. Sabtu, 11 Juli 2020.

Nunu Suryana selaku Ketua Gugus III Kecamatan Sumedang Selatan yang juga Kepala SD Negeri Gudang Kopi 1 mengatakan, kegiatan yang mereka laksanan guna melakukan pembahasan tujuh strategi jelang pembelajaran tahun pelajaran baru.

“Karena pada tahun ajaran baru ini, siswa tidak boleh melaksanakan tatap muka di sekolah. Maka langkah-langkah strateginya itu ada tujuh. Yang salahsatunya pelajaran virtual, pemberian tugas dan lain sebagainya. Maka pada saa ini supaya lebih jelas, lebih dimengerti oleh guru. Maka pihak kami, Ketua Gugus mengadakan sosialisasi dan penjelasan kepada para kepala sekolah yang diwakili oleh seorang guru,” jelas Nunu pada SUMEDANG ONLINE di sela acara berlangsung. Sabtu, 11 Juli 2020.

Hal itu dimaksudkan sebut dia, agar begitu nanti mulai belajar pada Tanggal 13 Juli nanti, sudah efektif strategi yang akan digunakan dapat dilaksanakan.

“Narasumber yang dihadirkan yaitu adalah Bapak Pengawas Binaan, yaitu Bapak Dadan Supandi. Itulah tujuan kami mengadakan kegiatan ini dengan maksud agar efektifitas pembelajaran tetap dilaksanakan tetap efektif dan tetap sukses,” imbuhnya.
Untuk mengefektifkan pembelajaran dikatakan Nunu, memang sudah seharusnya ada komunikasi dengan pihak orangtua. Maka sekolah nantinya akan mengondisikan melalui orangtua orangtua dalam kelompok kecil.

“Jadi orangtua diberikan arahan-arahan tertentu tentang bagaimana yang harus dilaksanakan terhadap siswanya. Jadi dalam bentu waktu home visit, guru itu mengunjungi suatu tempat. Seperti boleh menggunakan apa saja yang diluar sekolah. Itu harus dikondisikan dengan pihak orangtua itu sendiri. Agar lebih efektif, jangan sampai orangtua tidak tahu arahnya pembelajaran sekarang itu,” demikian Nunu Suryana. ***

Baca Juga

ARTIKEL & OPINI PUBLIK