Pertemuan Sosialisasi Peraturan Bupati Nomor 45 Tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dalam rangka penanganan Covid-19 di Ruang Rapat Disbudparpora Kabupaten Sumedang. Senin, 13 Juli 2020.

 istimewa
Sosialisasi AKB : Pertemuan Sosialisasi Peraturan Bupati Nomor 45 Tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dalam rangka penanganan Covid-19 di Ruang Rapat Disbudparpora Kabupaten Sumedang. Senin, 13 Juli 2020.

Fix Boleh Hiburan Hajatan Mulai 1 Agustus, Kadisbudpar: Tak Boleh Ada Prasmanan Dulu

Pilihan Redaksi SUMEDANG

SUMEDANG, SO — Pemerintah Kabupaten Sumedang akhirnya memberikan izin untuk resepsi dengan mengadakan hiburan mulai 1 Agustus 2020 dengan tetap menjalankan protokol kesehatan. Hal itu terungkap setelah adanya pertemuan sosialisasi Peraturan Bupati Nomor 45 Tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dalam rangka penanganan Covid-19 di Ruang Rapat Disbudparpora Kabupaten Sumedang. Senin, 13 Juli 2020.

“Tadi yang dibahas itu, bahwa Pemkab, Gugus Tugas sudah menyetujui mulai adanya 1 Agutus resepsi dan hiburan. Tapi hanya siang saja ya, belum malam,” ujar Hari Trisantosa selaku Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumedang pada SUMEDANGONLINE.

Teknisnya dikatakan Hari, si pemohon harus membuat surat pernyataan di atas materai bahwa siap melaksanakan hajatan atau resepsi dengan standar Covid. Selain itu si pemohon juga harus membuat satuan tugas panitia hajat yang bertugas untuk mengingatkan pengunjung yang datang untuk tetap menggunakan protokol kesehatan.

“Terus mereka membuat izin. Mulai dari RT, RW ke Desa, Desa ke Satgas (Covid) Kecamatan. Satgas Kecamatan nanti memberikan rese rambu-rambunya nanti ke pemerintah kecamatan, izin rame-rame biasa. Baru terakhir ke Gugus Tugas Kabupaten yang ditunjuk yaitu Satpol PP. Habis itu keluarlah izin,” jelas dia.

Lebih lanjut Heri mengingatkan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur, agar tamu undangan tidak boleh berasal dari zona merah. Selain itu untuk menghindari kerumunan massa, undangan di bagi pershif. “Terus makannya belum boleh prasmanan jadi dibungkus dulu (nasi box). Untuk jumlah undangannya juga diusahakan jangan terlalu banyak,” demikian Hari.

Ketua Aliansi Penyelenggara Pernikahan (APPS) Sumedang, Yadi Mulyadi, menyambut baik adanya keputusan tersebut.

“Alhamdulillah tadi sudah ada keputusan, bahwa hiburan di dalam respsi pernikahan sudah boleh dilakukan mulai tanggal 1 Agustus 2020. Apa pun jenis genre musiknya, tapi dengan syarat melaksanakan protokol kesehatan,” ujar Yadi.

Pria yang karib disapa Wok Bahman itu pun menjelaskan protokol kesehatan yang dimaksud secara garis besarnya tidak berkerumun, tidak joged dan tidak melakukan saweran. Sementara berkait dengan adanya aturan tidak boleh adanya prasmanan, dia menyebutkan ketika pihaknya beraudensi dengan Bupati Sumedang sekitar 21 Juni 2020. Bupati sempat tidak membolehkan prasmanan itu untuk dievaluasi selama satu bulan.

“Ternyata kemarin dapat surat edaran lagi, ternyata sampai 31 Agustus. Cuma, memang kendalanya banyak kalau tidak prasmanan, tapi kami memang punya opsi lain. Protokol kesehatan ketika prasmanan. Ini sangat savety, dan itu pun dikeluarkan oleh APPS Pusat, teknisnya tamu diberi satu hand glove, sarung tangan plastik oleh petugas cattering, piring dan tisunya diberikan itu. Terus dia mengambil prasmanan. Tapi kata Pak Bupati waktu itu diusahakan memakai pakai sendok pribadi, jangan yang disimpan di prasmanan,” jelas dia.

Menurutnya jika hal itu dapat diterapkan lebih higienis. Sementara untuk catering mandiri yang dilakukan oleh si pemangku hajatnya sendiri, dia menyarankan protokol kesehatan tersebut harus tetap dilaksanakan.

Hal sama juga dikatakan Bah Memed Batara, selaku anggota Sumedang Asosiasi Sound System (SASS). Dikatakan dia SASS menyambut baik keputusan pemerintah Kabupaten Sumedang yang telah memberikan izin hiburan mulai 1 Agustus 2020.

“Alhamdulillah sekarang sudah bisa lagi menggelar hiburan,” ujarnya. ***

Tinggalkan Balasan