Objek Wisata Taman Hutan Rakyat Gunung Kunci, Kabupaten Sumedang.

 Iwan Rahmat/sumedangonline
Tahura Gunung Kunci : Objek Wisata Taman Hutan Rakyat Gunung Kunci, Kabupaten Sumedang.

Tak Bermasker, Pengunjung Dilarang Masuk Tahura Gunung Kunci Sumedang

Pilihan Redaksi WISATA

SUMEDANG, SO — Pihak pengelola objek wisata Taman Hutan Raya (Tahura) Gunung Kunci, Sumedang, menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Bagi mereka yang ingin berkunjung, namun tak memakai masker dilarang masuk oleh petugas jaga.

Alhamdulillah Gunung Kunci beberapa minggu ini sudah dibuka. Dan diditerapkan protokol kesehatan secara ketat, diantaranya yang tidak bermasker, kami larang untuk masuk dan di dalam pun diupayakan protokol kesehatan diterapkan,” ujar H. Endang Hermawan, selaku Kepala Kehutanan pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Sumedang pada SUMEDANGONLINE. Kamis, 23 Juli 2020.

Salahsatunya sebut dia, protokol kesehatan yang wajib dipatuhi oleh para pengunjung yakni diharuskan sering mencuci tangan, tidak bergerombol dan menjaga kesehatan.

Sementara dikatakan dia, untuk objek wisata di Gunung Palasari hingga saat ini masih ditutup untuk umum. Hal itu lantaran pihaknya belum mendapatkan izin dari Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumedang.

Dikatakan Endang menyebutkan rata rata pada Sabtu dan Minggu serta hari libur jumlah pengunjung mencapai 50 sampai dengan 100 orang. Sehingga, lanjutnya, jika dirata-ratakan dalam sebulannya jumlah pengunjung dapat mencapai 600 pengunjung.

“Itu untuk jumlah pengunjung di tengah-tengah pandemi sekarang, karena ada pembatasan lima persen dari daya tampung. Sebenarnya kalau ditempat seperti ini luas, tapi coba kita batasi juga. Tidak semuanya kita terima,” jelas dia.

Ditanya besara retribusi, disebutkan dia, di tengah pandemi Covid-19 yang serba dibatasi, pihaknya tak bisa memenuhi kuota retribusi. Hal itu lantaran adanya penutupan sejumlah objek wisata sejak Maret hingga Juni.

“Ya otomatis tidak bisa kami penuhi, karena itu kan tidak boleh menerima kunjungan wisata. Otomatis kita tidak memberikan retribusi selama tiga bulan,” ungkapnya.

Karena itu sebagai bentuk pertanggungjawaban pihaknya melaporkan, karena ada larangan dari Gugus Tugas untuk tidak boleh membuka tempat wisata. “Di satu sisi kita berkewajiban memenuhi target PAD, nanti pas dievaluasi semesteran kami akan sampaikan juga,” imbuhnya.

Disebutkan PAD dari Tahura Gunung Kunci dalam setahun ditargetkan bisa mencapai Rp35 juta. “Biasanya kalau tanpa pandemi corona, itu tercapai. Untuk tahun ini ya karena kondisi seperti ini, semua juga kena imbas, tidak hanya sektor pariwisata saja,” demikian H. Endang Hermawan. ***

Tinggalkan Balasan