Tak Capai Target PPDB, Guru di SMPN 8 Sumedang Terpaksa Harus Pindah Mengajar

SUMEDANG, SO — Imbas dari tak tercapainya jumlah siswa yang mendaftar saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Sejumlah guru di SMP Negeri 8 Sumedang terpaksa harus mengajar di sekolah lain.

Hal itu menurut Kepala SMP Negeri 8 Sumedang Asep Jamiat, lantaran dari target 288 siswa yang mendaftar ke sekolahnya hanya sebanyak 105 siswa.

“Dari target 288, SMPN 8 Sumedang itu kekurangan siswa. Karena yang mendaftar ulang itu paling hanya 100 orang. Jadi otomatis itu sangat berimbas sekali pada pemenuhan 24 jam mengajar bagi guru. Jadi memang ada beberapa guru yang terpaksa, dengan sedih ya, sudah harus pindah. Jadi guru Bahasa Inggris sudah pindah ke SMPN 5 Sumedang. Dan berikutnya Guru PJOK, kemudian Guru Matematika, Guru Bahasa Indonesia, Guru PAI juga termasuk diantaranya karena berimbas daripada jumlah siswa yang diharapkan itu daftar ke SMPN 8 itu kurang,” jelas Asep Jamiat. Sabtu, 4 Juli 2020.

Berkurangnya jumlah pendaftar ke sekolah tersebut, ternyata dipengaruhi faktor eksternal yakni target kelulusan siswa Sekolah Dasar semula ditargeykan 18 ribu, ternyata hanya mencapai 16 ribu yang melanjutkan.

“Dan bukan hanya SMPN 8 saja yang kekurangan siswa itu. Dan sekolah yang overload itu menurut informasi ada 11 Sekolah yang kelebihan siswanya. Jadi kami juga menyadarinya kalau yang daftar ke kami berkurang karena outputnya pun kurang,” ungkap dia.

Pihaknya juga telah mengumumkan untuk melakukan penerimaan pendaftaran ulang yang akan ditutup pada Senin, 6 Juli 2020. :Kami berharap PPDB ke depanya bagi sekolah yang banyak jumlah siswanya. Kita kan hanya untuk memenuhi jam mengajar yang 24 jam, karena apabila sudah terpenuhi ya sudah jangan menambah jumlah siswa. Karena berimbas ke sekolah yang kurang muridnya juga berimbas bagi guru, ketika kurang jam belajar maka akan berkurang tunjangannya,” bebernya.

Sementara itu berkait dengan protokol kesehatan, sebut dia, dilakukan secara ketat sesuai dengan yang sudah ditetapkan pemerintah. Yakni sebelum masuk ke lokasi wajib cuci tangan, pakai Masker dan dicek suhu tubuh, juga diwajibkan jaga jarak aman.

“Dikarenakan terkait Prokes di sekolah sudah diwanti-wanti sama Kadisdik guna mencegah penyebaran virus Corona. Di sini kami memfasilitasi anak dan orang tua guna mengenal lingkungan sekolah dan para wali kelasnya yang nantinya mengenali lingkungan sekolah yang pertama kalinya seperti ini lho,” ungkapnya.

Pihaknya juga sebut Asep, masih menunggu surat edaran atau keputusan berikutnya dari Pemerintah Kabupaten Sumedang terkait pembelajaran. Apakah sudah mulai bisa dilakukan dengan tatap muka atau dengan pembelajaran jarak jauh. ***

Baca Juga

ARTIKEL & OPINI PUBLIK