Ada di Tanah Kas Desa Rumah Mak Anah Tak Tersentuh Rutilahu

SUMEDANG, SO — Sempat viral di sosial media rumah seorang nenek tua renta di Dusun Cempaka Putih RT 03 RW 06 Desa Cigendel, Kecamatan Pamulihan rumahnya tidak layak huni. Postingan kali pertama ditulis pemilik akun Fakhira Kamil, kemudian diteruskan oleh pemilik akun lainnya.

Saat dikunjungi SUMEDANGONLINE, rumah tersebut memang dalam kondisi rusak. Bahkan beberapa bagian sudah dalam keadaan lapuk. Mak Anah, 80 tahun, dikatakan anaknya Ani, 51 tahun, sempat mengalami sakit selama hampir dua minggu.

“Alhamdulillah sekarang sudah mulai sehat. Biasa penyakit sudah tua. Penyakit darah tinggi, belum ke dokter sudah dua minggu lalu. Ada BPJS, namun dia nggak mau,” ungkap Ani.

Dikatakan dia, memang pihaknya sangat berharap rumah Mak Anah dapat diperbaiki karena memang tidak layak untuk dihuni. “Inginnya sih segera diperbaiki, karena seperti ini buktinya. Butut. Menginginkan adanya bantuan,” ungkapnya.

Meski demikian dikatakan Ani, Mak Anah mendapa bantan sebesar Rp 300 ribu.

Mulyana selaku Kepala Desa Cigendel, tak menampik jika ada rumah warganya yang tak layak huni. Selama dua tahun menjabat sebagai kepala desa, dia mengaku belum ada realisasi untuk ke perbaikan rutilahu termasuk tambah daya listrik.

“Hasil saya menanyakan ke Bapak RW yang namanya Bu Anah tersebut beberapa bulan lalu sudah melaksanakan buka waris, seolah dia mampu. Dia menumpang dianaknya yang rumahnya yang tinggal di atas tanah kas desa. Makanya saya tidak bisa mengajukan rutilahu karena yang namanya rumah warga seandainya mau ada bantuan rutilahu bersyarat SPPT. Makanya secara anggaran Dana Desa tidak bisa menganggarkan untuk rutilahu yang letaknya di tanah kas desa,” ungkap Mulayan.

Kecuali sebut dia, jika ada gotongroyong yang dilakukan oleh warga setempat. “Dan kami secara pribadi bukan pemerintah desanya yang membantunya,” sebutnya.

Lebih lanjut Kades juga menyebutkan jika yang memviralkan itu bukan asli warga Cigendel, hingga pihaknya merasa adanya pencemaran nama baik. “Makanya subuh subuh langsung ke sana, Ma Anah nya lagi sakit. Langsung saya kontak teman teman. Langsung di medsos muncul. Baznas muncul, BPBD turun, saya langsung ke sana. Pas kebetulan di sana ada yang namanya Neng Demplon itu, saya dikasih obrolan dia minta maaf. Kata saya memiralkan di Desa Cigendel ada ratusan, mana mungkin saya bisa membangun semua yang tidak layak,” pungkas dia. ***

Baca Juga

ARTIKEL & OPINI PUBLIK