Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang

 Iwan Rahmat/SO
Disdik : Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang

Imbas Kasus Baru Covid-19, Disdik Sumedang Kaji Kembali Rencana KBM Tatap Muka

PENDIDIKAN Pilihan Redaksi

SUMEDANG, SO — Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang mengkaji kembali rencana kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka. Semula dikatakan Agus Wahidin selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, proses KBM tatap muka akan digelar 14 hari setelah 21 Juli 2020.

Sayangnya pada 5 Agustus 2020 justru kasus Covid 19 di Kabupaten Sumedang malah bertambah jadi empat orang dari tadinya nol. Sehari kemudian jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 pantastis bertambah 12 orang.

“Oleh sebab itu rencana belajar KBM tatap muka, akan dikaji ulang. Karena tidak bisa sembarangan. Jadi kami sudah intruksikan ke sekolah, kembali dengan Tujuh metoda pembelajaran. Jadi belajar di rumah tetap dilaksanakan,” ujar Agus Wahidin pada SUMEDANG ONLINE. Jumat, 7 Agustus 2020.

Menurutnya untuk melaksanakan KBM tatap muka tak hanya sekadar persyaratan teknis yang harus dipenuhi tetapi juga harus ada landasan hukum.

“Landasan hukum yang sekarang ada, adalah keputusan bersama empat menteri menyatakan bahwa kabupaten kota yang diizinkan itu yang zona hijau, selain itu dilarang. Sumedang kan sekarang zona nya belum hijau, berarti dilarang. Walaupun pihak provinsi, ada wacana diizinkan perkecamatan. Tetapi sampai saat ini, belum ada Peraturan Gubernur atau Keputusan Gubernur-nya. Kami masih menunggu. Karena kalau tanpa landasan hukum, maka akan berisiko hukum. Ini ngga bisa bermain-main masalah anak,” tandasnya.

Selain itu lanjut dia, harus ada pertimbangan dari para ahli. Dalam hal ini sebut Agus, dari Ikatan Dokter Anak Indonesia yang hingga saat masih melarang proses KBM Tatap Muka. “Jadi kalau pun kesiapan protokol kesehatan sudah siap, SOP nya siap, aturannya siap. Kalau yang dua ini belum ada yang tidak bisa, satu landasan hukumnya dan yang kedua rekomendasi dari ahlinya yaitu dari Ikatan Dokter Anak Indonesia,” pungkas dia.

Bahkan menurut keterangan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Sumedang mencatat dua dari dua belas kasus positif Covid 19 yang terjadi pada Kamis, 6 Agustus 2020 ada usia pelajar Sekolah Dasar (SD).

“Benar dua dari dua belas pasien positif covid 19 yang terjadi Kamis, 6 Agustus 2020 adalah pelajar SD,” jelas Iwa Kuswaeri selaku Juru Bicara GTPP Covid 19 dalam keterangannya.

Dijelaskan kedua pasien tersebut berinisal DN (6) berjenis kelamin laki laki asal Kecamatan Situraja dan ZS (8) jenis kelamin Perempuan asal Sumedang Utara. Atas kejadian ini, Iwa mengimbau warga Sumedang untuk lebih waspada. Karena dua dari 12 pasien terkonfirmasi positif corona merupakan anak usia pelajar Sekolah Dasar (SD).

“Pakaikanlah masker pada anak-anak, karena anak adalah salah satu kelompok usia paling rawan terpapar Covid, mengingat berdasarkan pengamatan dilapanganan masih banyak anak yang tidak meggunalan masker,” tambahnya.

Pihaknyapun lanjut Iwa meminta masyarakat untuk secara bersama sama memutus mata rantai penyeberan virus corona.

“Kami sarankam agar masyarakat terus disiplin  menjalankan protokol kesehatan. Khususnya menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” jelasnya.***

Tinggalkan Balasan