Dony Ahmad Munir saat Rapat Koordinasi Evaluasi Adaptasi Kebisaan Baru dan Pelaksanaan Peraturan Bupati Nomor 74 Tahun 2020 tentang Penanganan Sanksi Administratif Terhadap Pelanggaran Tertib Kesehatan Dalam Pelaksanaan AKB di Kabupaten Sumedang di Posko Gugus Tugas Pendopo Induk Pemerintahan Pusat. Jumat, 7 Agustus 2020.

 iwan rahmat/so
gugas : Dony Ahmad Munir saat Rapat Koordinasi Evaluasi Adaptasi Kebisaan Baru dan Pelaksanaan Peraturan Bupati Nomor 74 Tahun 2020 tentang Penanganan Sanksi Administratif Terhadap Pelanggaran Tertib Kesehatan Dalam Pelaksanaan AKB di Kabupaten Sumedang di Posko Gugus Tugas Pendopo Induk Pemerintahan Pusat. Jumat, 7 Agustus 2020.

Masuk Zona Kuning, Bupati Sumedang Ingatkan Covid Masih Ada

Pilihan Redaksi SUMEDANG

SUMEDANG, SO — Bupati Sumedang, H Dony Ahmad Munir mengingatkan masyarakat Sumedang untuk tetap waspada dengan Coronavirus Disease 2019. Apalagi saat ini Kabupaten Sumedang dengan adanya 16 orang yang terkonfirmasi Covid-19 masuk pada level zona kuning.

“Bagaimana untuk mencegah penyebaran ke depannya. Pertama adalah meningkatkan kewaspadaan lebih hati-hati dan harus menjalankan protokol kesehatan dengan efektif, hindari kerumunan. Kemudian pola hidup bersih dan sehat,” ujar Dony Ahmad Munir usai Rapat Koordinasi Evaluasi Adaptasi Kebisaan Baru dan Pelaksanaan Peraturan Bupati Nomor 74 Tahun 2020 tentang Penanganan Sanksi Administratif Terhadap Pelanggaran Tertib Kesehatan Dalam Pelaksanaan AKB di Kabupaten Sumedang di Posko Gugus Tugas Pendopo Induk Pemerintahan Pusat. Jumat, 7 Agustus 2020.

Lanjut Bupati menyebutkan pihaknya meminta peran aktif masyarakat untuk lebih waspada. Selain itu dia juga akan menggenjot sosialisasi dan edukasi pada masyrakat berkaitan dengan protokol kesehatan.

“Kami akan masif sampaikan lagi. Sosialisasi, edukasi, covid belum selesai. Tetap pakai masker jaga jarak hindari kerumunan dan pola hidup bersih dan sehat. Kalau tidak terlalu penting jangan keluar rumah, jangan berkerumun jangan nongkrong-nongkrong, jaga. Karena ini level waspadanya sudah lampunya kuning,” jelasnya.

Tak hanya itu upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19 juga, pihaknya juga akan melakukan penelusuran terhadap yang kontak erat dengan mereka yang telah terindikasi Covid-19. Sementara untuk yang terindikasi positif, dan memiliki gelaja serta berisiko tinggi, di isolasi di Rumah Sakit.

“Ada yang mandiri ada yang dirumah sakit, di rumah sakit diutamakan yang bergejala dan berisiko tinggi seperti lansia dan anak-anak. Diisolasi ditreatmen. Terus kontak erat positif terus dicari, diketahui 120 lebih. Itu langsung di swab lagi, kita ingin kecepatan ada hasilnya,” pungkas Dony. ***

Tinggalkan Balasan