Juki Mulyawan saat menunjukkan sejumlah bukti.

 Istimewa
TUNJUKKAN BUKTI : Juki Mulyawan saat menunjukkan sejumlah bukti.

PT SBG Bantah Tudingan Pemalsuan Dokumen Pembelian Saham Proyek Perumahan

Pilihan Redaksi SUMEDANG

SUMEDANG, SO — Perusahaan pengembang perumahan PT Satria Bumintara Gemilang (SBG) melalui Juki Mulyawan membantah tudingan Cahro Suhendar Wikarta telah memalsukan dokumen pembelian saham proyek perumahan di Desa Cikahuripan, Desa Cihanjuang, Desa Sukadana, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Pada wartawan Juki mengatakan, pada 1995 lalu. Irwan Apong Gunawan dan Cahro Suhendar Wikarta merupakan pemegang saham di PT SBG. Meski demikian dirinya tidak bisa menjelaskan secara rinci persentase kepemilikan saham Irwan Apong Gunawan dan Cahro Suhendar Wikarta di PT SBG.

“Akta jual beli dan pengalihan hak atas saham antara Cahro Suhendar Wikarta dan pemegang saham lain di PT SBG itu ada. Bukti-buktinya kami pegang,” jelas Juki Mulyawan di ruang kerjanya. Kamis 6 Agustus 2020.

Juki membeberkan proses jual beli saham di PT SBG mengacu pada Akta jual beli saham pada 10 Oktober 1995. Dengan adanya Akta tersebut dia memastikan, sudah jterjadi transaksi jual beli saham di PT SBG.

“Delapan orang pemegang saham lama menjual seluruh sahamnya kepada Pak Irwan dan Pak Cahro,” ungkap Juki.

Lanjut dia, pada 13 Oktober 1995 terjadi rapat pemegang saham PT SBG. Selain itu, berdasarkan risalah hasil rapat kepengurusan ada pasal perubahan susunan pengurus di PT SBG. Direktur Utama dipegang Irwan Apong Gunawan, dan Cahro Suhendar Wikarta menjabat sebagai Direktur II. “Berdasarkan risalah rapat 13 oktober 1995 Pak Cahro bukan Direktur Utama di PT SBG ya. Lalu pada 23 Juli 1996 terjadi penjualan seluruh saham yang dimiliki oleh Cahro Suhendar Wikarta kepada Karman Suhendra. Dalam risalah rapat di tgl 23 juli 1996 juga disebutkan bahwa Cahro Suhendar Wikarta berhenti sebagai direktur PT. SBG,” bebernya.

Sementara itu, berkaitan dengan pelaporan ke Polres Sumedang pada Tahun 2017, dia membenarkan hal itu. “Informasi yang diterima, dan masuk ke saya memang ada. Tetapi terbalik, yaitu sebagai pelapor adalah Irwan Apong Gunawan dan yang terlapor adalah Cahro Suhendar Wikarta. Pelapornya bukan Pak Cahro, tapi yang melapor itu Pak Irwan,” tutur dia.

Meski begitu, menurut Juki, jika Cahro Suhendar Wikarta merasa tidak puas dan memiliki bukti-bukti yang akurat dia mempersilakan untuk menempuh jalur hukum. Sebab, tambah Juki, biar tidak terjadi permasalahan di kemudian hari.

“Itu hak mereka, dan secara logika saya tidak bisa melarang mereka untuk melapor, ” tuturnya.

Ditambahkan Juki, dengan adanya informasi ini pihaknya mengimbau kepada warga SBG untuk tetap tenang. Sebab, ujar dia, PT SBG legalitasnya jelas dan memiliki Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) yang sah.

“Warga diimbau tetap tenang, dan jika mendapatkan informasi yang tidak jelas, warga bisa mengklarifikasinya langsung ke kantor PT SBG,” ujarnya. ***

Tinggalkan Balasan